Perang Gaza
Sosok dr Hussam Abu Safia, Direktur RS Kamal Adwan, Ikon Perlawanan Mesin Pembunuh Israel
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan mereka kehilangan kontak dengan Abu Safia setelah penggerebekan tersebut, yang juga memaksa militer Israel menge
SERAMBINEWS.COM - Kepala salah satu rumah sakit terakhir yang berfungsi sebagian di Gaza utara ditangkap ketika militer Israel menggerebek fasilitas tersebut dan memaksa keluar puluhan dokter dan pasien.
Sejak itu kekhawatiran meningkat mengenai keselamatan sosok yang benama dr Hussam Abu Safia yang ditangkap oleh pasukan Israel selama penggerebekan mereka di Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya pada hari Jumat. Tidak diketahui kemana dia dibawa meskin ada kabar ia ditahan di penjara Israel Sde Teiman yang dikenal kejam dan brutal.
Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan mereka kehilangan kontak dengan Abu Safia setelah penggerebekan tersebut, yang juga memaksa militer Israel mengeluarkan puluhan staf medis dan pasien.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Gaza, Munir al-Barsh, mengatakan Abu Safia dipukuli habis-habisan dengan pentungan oleh pasukan Israel, yang memaksanya menelanjangi dan mengenakan pakaian yang diperuntukkan bagi para tahanan.
Ini adalah kedua kalinya dalam beberapa bulan Abu Safia ditahan oleh pasukan Israel saat mereka melakukan genosida di Gaza.
Baca juga: Kepiluan di Jalur Gaza, Lebih dari 100 Tenda Terendam Banjir di Khan Younis
Abu Safia, seorang dokter anak yang terlatih, adalah tokoh terkemuka dalam sistem layanan kesehatan Gaza.
Ia memegang gelar master dan sertifikasi dewan Palestina di bidang pediatri dan neonatologi.
Dikenal juga dengan julukan Abu Elias, Abu Safia lahir pada tanggal 21 November 1973, di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara.
Keluarganya mengungsi pada tahun 1948 dari kota Hamama di Palestina di distrik Ashkelon.
Abu Safia menolak beberapa perintah Israel untuk meninggalkan Rumah Sakit Kamal Adwan setelah militer Israel memberlakukan blokade yang menghancurkan di Jalur Gaza utara pada tanggal 5 Oktober.
Pengepungan tersebut menyebabkan Israel memutus pasokan makanan dan air ke warga Palestina di wilayah tersebut sambil melancarkan serangan udara dan melakukan penembakan, menewaskan ratusan warga sipil.
Pengepungan tersebut juga berdampak buruk pada rumah sakit di wilayah tersebut.
Abu Safia ditangkap sebentar dan kemudian dibebaskan ketika pasukan Israel menyerbu fasilitas tersebut pada akhir Oktober dan menahan 44 anggota stafnya, meninggalkan dia dan beberapa pekerja medis untuk merawat puluhan orang yang terluka.
Dalam operasi yang sama, pasukan Israel membunuh putra Abu Safia, Ibrahim, dalam serangan pesawat tak berawak di gerbang rumah sakit.
Dokter tersebut memimpin salat jenazah putranya di halaman rumah sakit dan menuduh militer Israel membunuh putranya sebagai hukuman karena menolak meninggalkan rumah sakit.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Direktur-Rumah-Sakit-Kamal-Adwan.jpg)