Jurnalisme Warga

Liburan Menyenangkan di Perpustakaan Wilayah

Awalnya saya menyangka perpustakaan lagi sepi, mengingat pelajar dan mahasiswa sedang libur semester, terlebih cuaca kota Banda Aceh akhir-akhir ini l

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Penulis Nelliani, M.Pd, guru SMA di Aceh Besar 

Oleh: Nelliani MPd

LIBURAN akhir tahun telah tiba. Menghabiskan waktu di tempat wisata bersama keluarga adalah hal menyenangkan. Mengambil jeda sejenak untuk merehatkan jiwa dan raga sebelum kembali pada aktivitas masing-masing. Begitu pun kami, mengajak putri semata wayang (Aya) refreshing. Namun, destinasi kali ini bukanlah tempat hiburan, melainkan ke perpustakaan.

Pagi yang sejuk di penghujung Desember tidak menyurutkan langkah. Tempat yang kami tuju adalah perpustakaan wilayah Provinsi Aceh atau dikenal dengan Puswil. Sudah lama rasanya tidak ke tempat ini, berharap ada hal baru dan menarik dari sini. Gedung yang berlokasi di jalan Teuku Nyak Arief kawasan Lamnyong itu berdiri megah dengan arsitektur modern. 

Awalnya saya menyangka perpustakaan lagi sepi, mengingat pelajar dan mahasiswa sedang libur semester, terlebih cuaca kota Banda Aceh akhir-akhir ini lebih sejuk dari biasanya karena hujan. Ternyata saya salah, meskipun musim liburan, pengunjung tetaplah ramai. Anak-anak, remaja hingga orang tua antusias ke sini. Gedung baru dengan berbagai ruang baca itu hampir semua terisi. Terlihat pengunjung sibuk membaca, melihat-lihat buku, searching, ada juga mahasiswa yang berjibaku dengan tugas-tugas akhir. 

Waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB saat kami memasuki lantai pertama. Seorang petugas menyambut dengan senyum. “silakan ibu scan dulu kartunya” ujarnya. Bagi yang memiliki kartu anggota, bisa langsung check in dengan men-scan QR Barcode. Namun bagi yang tidak punya, petugas akan mempersilahkan mengisi daftar tamu. Suasana adem, nyaman dan menyenangkan sudah mulai terasa sejak kaki menginjak lantai satu. 

Perpustakaan yang dibangun tahun 2017 ini memiliki empat lantai. Setiap lantai dilengkapi ragam fasilitas termasuk lift, toilet dan tangga darurat yang menambah kenyamanan pengunjung. Pusat informasi, koleksi buku bagi disabilitas, ruang naskah nusantara, naskah kuno, layanan pembuatan kartu anggota dan bebas pustaka serta mushala berada di lantai pertama.  Di lantai dua, pengunjung dapat menikmati berbagai koleksi anak, buku agama, dan umum, juga terdapat pojok literasi dan ruang laktasi. Sementara, di lantai tiga pengunjung dimanjakan dengan layanan multimedia, koleksi buku remaja, ruang teater serta taman baca outdoor. Kendati belum sepenuhnya rampung, pustaka wilayah sudah memadai dalam upaya mendukung kegiatan literasi masyarakat. 

Dilansir dari laman arpus.acehprov.go.id, perpustakaan terbesar di Aceh tersebut menyediakan buku dalam bentuk fisik dan digital. Saat ini terdapat lebih dari 286.485 judul buku, dimana 12.618 dapat diakses secara digital. Bagi pembaca ebook, dapat menggunakan aplikasi iPustakaAceh yang dapat didownload gratis melalui android maupun PC. 

Gedung baru Puswil ini didesain dengan konsep modern dan menarik. Setiap sudut dan ruangan sangat instagramable, cocok bagi yang ingin menikmati kesendirian dengan buku, berselancar di dunia maya dengan wifi gratis atau sekedar berswafoto. Perpustakaan dibuka setiap hari dari Senin hingga Minggu yaitu jam 09.00- 16.45 sore. Layanan administrasi dibuka pada Senin-Jumat serta Sabtu dan Minggu hanya pelayanan umum yang diberikan.

Setelah check in, kami langsung naik lift menuju ruang remaja di lantai tiga. Di ruang ini banyak sekali buku remaja baik fiksi maupun non fiksi. Aya ingin meminjam novel bahasa Inggris. “ingin memperdalam bahasa inggris” katanya. Saya memilih melihat-lihat kolesksi yang ada di ruangan sebelahnya. Di sini tersedia berbagai macam ensiklopedi, sejarah ilmuwan dunia, biografi tokoh dan lainnya. Tak sengaja mata tertarik pada satu judul “Abraham Samad: Doa Tulus Ibunda, Hingga Perang Besar Melawan Korupsi” karya Zainuddin HM.

Saya penasaran dengan isinya dan memilih tempat duduk di balik jendela kaca yang menghadap Krueng Lamnyong untuk membaca. Uniknya, di lantai ini kita bisa membaca sambil disuguhi pemandangan Krueng Lamnyong. Langit mendung berawan, air sungai yang mengalir tenang ditambah alunan musik pop yang dihidupkan oleh petugas menambah syahdu kegiatan membaca hari itu. 

Buku yang ditulis tahun 2012 ini merekam perjalanan panjang pimpinan KPK dalam perjuangan melawan korupsi. Abraham Samad, satu figur yang langka di negeri ini. Sosok berani dan bernyali. Pada masa kepemimpinannya KPK begitu berwibawa dan disegani. Di tangannya, kasus-kasus mega korupsi selesai dengan baik. Dia mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sempat memudar pada penegak hukum memberantas korupsi.

Sejatinya, kita merindukan sosok seperti Samad yang punya tekad melindungi negeri dari bahaya laten korupsi. Seraya memandang panorama Krueng Lamnyong nan mempesona, tidak berlebihan rasanya jika saya berharap lahirnya pemimpin cerdas, berintegritas, visioner berkarakter di masa depan yang cinta tanah air dan bangsanya. Rasa cinta yang diwujudkan dalam setiap tindakan dan amanah yang diemban untuk terus menjaga negeri dari kehancuran. 

Tak terasa hampir tiga jam kami di sana. Azan berkumandang pertanda masuknya waktu Dzuhur telah tiba. Saya bergegas menjumpai Aya, dia juga sudah menemukan buku yang dicari. Setelah melakukan proses peminjaman, kami pun pulang dan berjanji akan kembali lagi. 
Menumbuhkan Literasi

Mengisi liburan di perpustakaan memberi pengalaman tersendiri. Bagi orang tua yang mengajak buah hati, menjadi kesempatan berharga mengenalkan literasi sejak dini. Anak-anak yang terbiasa dengan buku dan membaca sejak kecil cenderung memiliki minat baca yang lebih baik di kemudian hari. Hal tersebut menjadi bekal kesuksesan ketika mereka berkecimpung di dunia akademik dan profesional.

Kunjungan rutin ke perpustakaan juga membantu mengalihkan perhatian anak dari gadget. Dengan memilih buku yang disukai,  membaca dan mencari buku bersama maka secara perlahan dapat menjauhkannya dari ketergantungan gawai. Untuk itu penting orang tua melek literasi. Minat baca pada anak akan mudah ditumbuhkan jika ayah ibu sebagai teladan memiliki kebiasaan yang sama. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved