Senin, 13 April 2026

Internasional

Gadis Aceh Korban Perdagangan Orang di Malaysia Dipulangkan Sabtu Pagi

Gadis Aceh M atau PAF menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di bawah umur di Malaysia

Editor: Muhammad Hadi
Tangkap layar video
Gadis berusia 17 tahun berinisial (PAF) asal Aceh, diduga menjadi korban perdagangan orang (human trafficing) dan pemerkosaan di Malaysia sedang ditangani oleh Ketua SUBA Tgk Bukhari bin Ibrahim 

SERAMBINEWS.COM - Gadis Aceh M atau PAF menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di bawah umur di Malaysia.

Korban akan dipulangkan ke Aceh dengan menumpang pesawat Air Asia AK 423.

Pesawat berangkat dari
Bandara Internasional Kuala Lumpur atau Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia, Sabtu (4/1/2025) pukul 07.45 WS.

Maskapai Air Asia dijadwalkan akan tiba di bandara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, Sabtu (4/1/2025) pukul 08.10 WIB.

PAF akan didampingi langsung oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam penerbangan ke Aceh.

Informasi terbaru yang diperoleh Serambinews.com, Jumat (3/1/2025) malam dari Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Aceh (SUBA) Malaysia, Tgk Bukhari bin Ibrahim, korban sudah menjalani pemeriksaan dari anggota Polri yang menangani kasus TPPO di Malaysia

"Kami berharap kasus ini dapat ditangani dengan tuntas sehingga tidak ada lagi korban lain di masa mendatang," harap Tgk Bukhari yang didampingi Jafar Insya Reubee melalui telepon.

Awal mula kasus terungkap

Gadis Aceh, PAF (17) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficing di Malaysia.

 Ia menjadi korban kekerasan seksual, dipaksa melayani pria hidung belang, bahkan pernah dirudapaksa berulangkali dan secara bergiliran.

Nasib tragis yang dialami PAF itu terungkap pada pada Selasa (24/12/2024), usai Ketua Umum Solidaritas Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA), Tgk Bukhari Ibrahim menerima telpon masuk dari korban yang mengaku sedang dikurung di salah satu hotel di Malaysia.

“Korban menelpon saya hari Senin, tapi belum sempat saya datangi karena ada pekerjaan di luar Kuala Lumpur.

Sehingga kemarin, hari Selasa, baru saya datangi langsung,” kata Bukhari kepada Serambi, Rabu (25/12/2024).

Baca juga: Gadis Aceh Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia

Tgk Bukhari mengungkapkan bahwa awalnya korban tidak tahu harus melaporkan ke mana untuk mengadukan hal yang dialaminya, sebab handphone yang dipegang diganti dengan nomor baru.

“Namun mungkin dia ingat salah satu nomor orang yang ada di kampungnya.

Lalu orang itu mencari nomor saya dan memberikan ke korban. Jadi korban akhirnya menelpon saya hari Senin kemarin,” lanjutnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved