Senin, 27 April 2026

Luar Negeri

Malaysia Usir 2 Kapal yang Bawa 300 Pengungsi Rohingya ke Laut

Kapal-kapal pengungsi Rohingya tersebut di usir ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Boat diduga berisi warga etnis Rohingya di kawasan Pantai Kuala Pawon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Kamis (16/11/2023) pagi. Sementara itu warga setempat sudah berkumpul di pinggir pantai tersebut untuk menolak kedatangan mereka 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia mengungkapkan telah mengusir dua kapal yang membawa 300 pengungsi Rohingya dari perairan mereka.

Kapal-kapal pengungsi Rohingya tersebut di usir ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Para pengungsi tanpa dokumen tersebut tersebut dilaporkan kabur langsung dari Myanmar.

Badan Penegakan Kelautan Malaysia (MMEA) mengatakan kedua kapal berada di dua mil laut (3,7 km) di barat daya resor utara Langkawi pada Jumat (3/1/2025).


Meski begitu, bantuan tetap diberikan walau pengusiran tetap dilakukan.

“MMEA memberikan bantuan, termasuk makanan dan air minum bersih, sebelum mengusir kapal-kapal tersebut ke perbatasan laut nasional untuk melanjutkan perjalanan mereka,” ujar Direktur Jenderal MMEA Mohd Rosli Abdullah, Sabtu (4/1/2025) dikutip dari The Straits Times.

“Kami juga bekerja dengan erat bersama otoritas Thailand untuk mendapat lebih banyak tambahan informasi atas pergerakan kapal ini,” tambahnya.

Kepolisian Malaysia sendiri pada Jumat telah menahan sekitar 200 terduga imigran Rohingya dari Myanmar setelah kapal mereka berjalan di dekat Langkawi.

Warga Rohingya mengalami persekusi dari kampung halaman mereka di Myanmar, dari warga asli yang beragama Buddha.

Kebanyakan dari mereka berusaha kabur ke negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, atau ke kamp pengungsi di Bangladesh.


Mereka kerap menjalani perjalanan laut yang mengerikan selama berbulan-bulan untuk tiba di Malaysia dengan perahu.

Mereka juga menyelinap ke negara tersebut melalui perbatasannya yang keropos dengan Thailand.

Jika tertangkap, mereka akan dibawa ke pusat penahanan yang oleh kelompok hak asasi manusia seperti biasanya disebut terlalu penuh dan kotor.

Baca juga: Ternyata Pengungsi Rohingya Setiap Bulan Dapat Santunan, Jumlahnya hingga Setengah UMP Aceh?

Bangladesh Minta Dukungan Malaysia untuk Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar

 

Pemimpin sementara Bangladesh, peraih Nobel Muhammad Yunus meminta bantuan Malaysia untuk melibatkan ASEAN dalam mengangkat isu pemulangan pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.

Malaysia akan memegang kursi kepemimpinan di ASEAN tahun depan, sehingga peran negara tersebut dianggap krusial dalam mencari solusi.

Permintaan itu disampaikan saat Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim bertemu dengan Yunus di Dhaka, ibu kota Bangladesh.

Kunjungan ini merupakan lawatan pertama oleh pemimpin asing sejak Yunus mengambil alih pemerintahan pada 8 Agustus lalu.

Inilah kunjungan kenegaraan pertama pemimpin Malaysia ke Bangladesh dalam 11 tahun terakhir.

Yunus memimpin Bangladesh setelah Perdana Menteri sebelumnya, Sheikh Hasina melarikan diri akibat pemberontakan massal yang menuduhnya melakukan korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, dan penggunaan kekuatan berlebihan terhadap para demonstran.

Yunus berkomitmen untuk melakukan reformasi dan membangkitkan kembali ekonomi Bangladesh yang sedang bermasalah.

Bangladesh saat ini menampung lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar.

Mereka hidup di kamp-kamp pengungsian yang penuh sesak dan telah lama menuntut kepulangan yang aman ke tanah air mereka.

Setelah pertemuan dengan Anwar Ibrahim, Yunus menyatakan kepada pers, dirinya meminta bantuan Malaysia untuk mengangkat isu pemulangan pengungsi Rohingya dalam agenda ASEAN.

"Malaysia akan mendukung kami dalam mengangkat hal ini," kata Yunus, Jumat, 4 Oktober 2024.

"Ini adalah sesuatu yang harus kita selesaikan secepat mungkin," imbuhnya, menegaskan.


Selain melibatkan ASEAN dalam menyelesaikan krisis pengungsi Rohingya, Bangladesh juga memperluas perdagangan dengan negara-negara anggota blok tersebut.

Pada 2023, Bangladesh tercatat sebagai mitra dagang terbesar kedua Malaysia di Asia Selatan dengan total perdagangan mencapai USD 2,78 miliar.

Malaysia juga merupakan salah satu tujuan utama pekerja migran Bangladesh.

Sekitar 800.000 pekerja asal Bangladesh bekerja di sektor konstruksi, manufaktur, perkebunan, dan jasa di Malaysia.

Anwar tiba di Bangladesh setelah kunjungannya ke Pakistan dengan delegasi berjumlah 58 orang dalam kunjungan singkat di Dhaka.

 

Baca juga: 1 Pelaku Perampokan di Tol Tanjung Priok Ditangkap, Modus Terungkap

Baca juga: Kronologi Bripka Anditya Munartono Meninggal saat Tolong Wisatawan di Pantai Pangandaran Jawa Barat

Baca juga: Warga Aceh Singkil Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Tanam Sawit, Cukup Tutupi Tagihan Listrik 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved