Berita Banda Aceh
Kekosongan Vaksin Jadi Penyebab Kasus Wabah PMK Kembali Merebak di Aceh
Pencegahan penyebaran PMK melalui pemberian vitamin dan vaksinasi ini harus dilakukan lebih cepat guna menghindari kerugian para peternak
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Amirullah
Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Dinas Perternakan (Disnak) Aceh, Zalsufran mengungkap, munculnya kembali wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Aceh disebabkan karena kekosongan vaksinasi dan terdapat anak-anak sapi yang tidak sempat divaksin.
“PMK muncul lagi itu karena adanya kekosongan vaksinasi. Kemudian pada tahun lalu saat kita sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi ada anaknya (sapi) yang masih kecil-kecil, jadi belum sempat tervaksin,” kata Zalsufran, Rabu (8/1/2025).
“Jadi kekosongan vaksinasi ini secara nasional juga, daerah kita juga. Nah ini yang menyebabkan muncul lagi PMK itu,” lanjutnya.
Selain itu, kata Zalsufran, kemunculan kembali virus PMK tersebut juga dipengaruhi oleh masuknya sapi-sapi ilegal asal Thailand dari perairan Aceh. Hal itu terbukti dari beberapa kasus yang diungkap oleh pihak Bea Cukai.
“Dan beberapa yang ditangkap oleh Bea Cukai itu memang terinfeksi virus PMK,” ujarnya.
Ia menyampaikan, sejak Agustus 2024 hingga awal tahun ini kasus ternak yang terinveksi PMK mencapai sekitar 2.600 ekor. Sebagian besar kasusnya tercatat di kawasan pantai timur Aceh, yakni Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Baca juga: Tampang 3 Anggota TNI AL Dalam Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Ini Perannya
Baca juga: Israel Rilis Peta yang Mencakup Wilayah Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, Hamas Mengecam
Kendati demikian, Zalsufran menyebut, bahwa kasus PMK yang terjadi di sebagian kabupaten/kota di Aceh ini masih dalam kategori dapat dikendalikan.
“PMK ini masih dalam pengendalian. Kemudian bukan seperti penyakit lainnya yang sangat berbahaya bagi kita,” tuturnya.
Zalsufran meanambahkan, pencegahan penyebaran PMK melalui pemberian vitamin dan vaksinasi ini harus dilakukan lebih cepat guna menghindari kerugian para peternak yang ada di Aceh.
Ia menyarankan bagi kabupaten/kota yang belum kebagian vitamin dan vaksin PMK agar melakukan langkah pencegahan dengan meningkatkan biosecurity, disinsfektan, dan berbagai langkah lainnya.
“Dan juga menjaga ternak mereka jangan terlalu diumbar ke luar. Seperti di barat selatan Aceh itukan banyak yang dijalan. Jadi cepat sekali penyebarannya itu,” pungkasnya.
| Ombudsman Aceh Sidak RSUDZA, Temukan Sejumlah Kendala Layanan dan Fasilitas, Buka PVL di Lokasi |
|
|---|
| Uji Kualitatif Tuntas, Berkas Pertimbangan Kandidat Rektor UIN Ar-Raniry Menuju Meja Menteri Agama |
|
|---|
| Polda Aceh Usung Pendekatan Humanis Jelang May Day 2026, Gelar Simulasi Sispamkota |
|
|---|
| Dispora Kota Banda Aceh Bakal Gelar Liga Kolaborasi SSB 2026, Catat Ini Rencana Jadwalnya |
|
|---|
| Bangkai Ayam Berserakan di Sekitar Sekolah Bikin Resah, Warga dan Guru Keluhan ke Polsek Jaya Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Peternakan-Aceh-Zalsufran.jpg)