Minggu, 26 April 2026

Berita Aceh Timur

Upaya Tangkap Harimau di Aceh Timur, BKSDA Pasang Perangkap, Bakar Kemenyan, Kambing Pun Jadi Umpan

Ritual bakar kemenyan tersebut dilakukan di sekitar area pemasangan perangkap untuk memancing dan mengelabui harimau agar masuk ke dalam perangkap.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Kiriman Keuchik Alue Ie Itam
Pawang harimau yang dibawa BKSDA Aceh ke Alue Ie Itam, Indra Makmu, melakukan ritual saat memasang perangkap harimau di hutan desa tersebut, Rabu (8/1/2025).  

Ritual bakar kemenyan tersebut dilakukan di sekitar area pemasangan perangkap untuk memancing dan mengelabui harimau agar masuk ke dalam perangkap.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memasang perangkap atau box trap dan membakar kemenyan di Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur, Rabu (8/1/2025). 

Ritual ini dilakukan untuk menangkap harimau yang meresahkan warga. 

Humas BKSDA Aceh, Dessy Puspita Sari, mengatakan ritual ini dilakukan pawang yang dibawa langsung ke lokasi di Gampong Alue Ie Itam, 

Ritual bakar kemenyan tersebut dilakukan di sekitar area pemasangan perangkap untuk memancing dan mengelabui harimau agar masuk ke dalam perangkap.

"Berbagai upaya telah kami lakukan sebelumnya, termasuk pemasangan perangkap di lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan harimau.

Pawang juga membakar kemenyan di sekitar perangkap untuk membantu proses penangkapan," ujar Desi.

Baca juga: Biaya Haji 2025 Rp 55,4 juta, Abdul Wachid: Keppres Segera Ditandatangani

Selain itu, BKSDA juga telah memasang kamera pengintai di beberapa titik untuk memantau aktivitas harimau di kawasan tersebut.

"Kamera ini berfungsi untuk memastikan pola pergerakan harimau dan memperkirakan jumlahnya di area tersebut," tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Gampong Alue Ie Itam, Apriadi, menjelaskan bahwa selain perangkap dan ritual bakar kemenyan, seekor kambing juga ditempatkan di dalam perangkap sebagai umpan untuk menarik perhatian harimau.

"Perangkap dipasang di dekat kebun karet warga, yang juga merupakan lokasi ditemukannya bangkai sapi yang diduga diterkam harimau beberapa waktu lalu.

Kami berharap upaya ini berhasil sehingga warga tidak lagi merasa was-was saat beraktivitas," ungkap Apriadi.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2024, tercatat empat insiden serangan harimau yang menyebabkan ternak warga, mulai dari sapi hingga kambing, menjadi korban.

Baca juga: Apakah Pemerintah Membuka Seleksi CPNS 2025? Kapan Jadwalnya? Begini Jawaban dari Menpan RB

Kondisi ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat.

"Semoga langkah ini menjadi solusi bagi kami semua agar situasi kembali aman dan warga dapat beraktivitas dengan tenang," pungkasnya. (*)

 

 


 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved