Rabu, 15 April 2026

Berita Aceh Utara

Perjuangan Dekranasda Aceh Utara, Kasab Bule Jok Kini Miliki Sertifikat HAKI

Kerajinan sulaman benang emas atau perak di atas kain beludru ini memang bukan sekadar karya seni.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nur Nihayati
Dok Pemkab Aceh Utara
Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Awirdalina Mahyuzar saat mendaftarkan Kasab Bule Jok ke Ditjen HAKI, Kementerian Hukum dan HAM. 

Kerajinan sulaman benang emas atau perak di atas kain beludru ini memang bukan sekadar karya seni.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Sebuah kerajinan tradisional warisan budaya dari Gampong Keutapang, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara, ‘Kasab Bule Jok’, kini mendapatkan pengakuan penting setelah resmi memiliki sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Prestasi ini tidak lepas dari peran aktif Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Utara, Ny Awirdalina Mahyuzar, yang berkomitmen melestarikan seni budaya tersebut.

Sehingga perjuangannya tidak sia-sia dalam mendukung kerajinan warisan budaya.

Kerajinan sulaman benang emas atau perak di atas kain beludru ini memang bukan sekadar karya seni.

Keindahannya yang khas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Aceh sejak masa Kerajaan Samudera Pasai. Namun, seiring waktu, kerajinan ini sempat berada di ambang kepunahan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghidupkan kembali warisan ini.

Dekranasda Aceh Utara, sejak tahun 1999, mulai memberikan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi bahan baku kepada para perajin lokal.

“Usaha ini membuahkan hasil yang nyata, sehingga Kasab Bule Jok kini kembali dihargai sebagai salah satu kebanggaan seni tradisional Aceh," kata Ketua Dekranasda Aceh Utara, Ny. Awirdalina Mahyuzar.

Disampaikan Awirdalina Mahyuzar, proses produksi Kasab Bule Jok tersebut sangat tradisional namun berkelas.

Pembuatan Kasab Bule Jok itu melibatkan teknik unik yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan menggunakan alat tradisional bernama "Dang," kain beludru dijepit rapat menggunakan kain perca di empat sudutnya.

Selanjutnya, kata Awirdalina, benang emas atau perak disulam secara manual untuk menciptakan motif khas Aceh yang indah, seperti flora, fauna, dan simbol adat lainnya. 

 Kini, Kasab Bule Jok kembali mendapat tempat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved