Berita Aceh Tamiang
Banjir Aceh Tamiang Meluas ke Hilir, 2.894 Jiwa Terkena Dampak
Banjir yang melanda Aceh Tamiang semakin meluas hingga merendam sejumlah kampung di empat kecamatan, Rabu (15/1/2025) petang.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Banjir yang melanda Aceh Tamiang semakin meluas hingga merendam sejumlah kampung di empat kecamatan, Rabu (15/1/2025) petang.
Sebaran banjir ini juga menyebabkan warga yang terdampak terus bertambah menjadi 2.894 jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery menyampaikan data yang diterimanya banjir di hari kedua telah menyebar ke empat kecamatan, Karangbaru, Kota Kualasimpang, Rantau dan Seruway.
Di Karangbaru terdapat empat kampung yang terendam, Sukajadi, Menanggini, Simpang IV dan Rantaupanjang dengan jumlah pengunsi mencapai 115 jiwa.
Di Kota Kualasimpang banjir perlahan surut dan hanya tersisa pada satu kampung.
Sementara di Rantau ada tiga kampung yang terendam, Landuh, Alurcucur dan Alurmanis dengan jumlah pengungsi 160 jiwa.
Baca juga: Warga Aceh Barat Ditebas Parang di Leher, Korban Dilarikan ke RSUD, Pelaku Ditangkap Polisi
Sedangkan di Seruway terdapat dua kampung, Padanglanggis dan Gelung dengan jumlah pengungsi 29 jiwa.
Secara umum banjir di hari kedua ini telah memberi dampak terhadap 2.894 jiwa atau 843 keluarga.
Dari jumlah ini tercatat 304 jiwa atau 93 keluarga telah mengungsi.
Namun Pemkab Aceh Tamiang belum membuka posko pengungsian karena seluruh warga lebih memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tetangg yang memiliki rumah panggung.
“Air mulai turun ke hilur, makanya di beberapa titik wilayah hilir terjadi genangan baru,” kata Bayu, sapaannya.
Sebagai antisipasi meluasnya banjir di hilir, BPBD Aceh Tamiang telah meninggikan tanggul di Pekan Seruway, Kecamatan Seruway menggunakan karung berisi tanah, Rabu (15/1/2025).
Baca juga: Dua Tersangka Pencurian Mesin Hand Traktor Ditangkap di Aceh Barat
Tanggul sungai yang pernah jebol akibat banjir tiga bulan lalu ini menjadi perhatian serius akibat ketinggian air yang sudah nyaris melewati ambang batas.
Diketahui dalam tiga hari terakhir, debit air sungai meluap ke permukiman akibat intensitas hujan tinggi.
Bayu menjelaskan peninggian yang telah selesai dilakukan ini sebagai bentuk pencegahan dini atas kemungkinan banjir lebih besar.
Awalnya pembenahan tanggul ini dilakukan secara manual dengan menumpuk 300 karung berisi tanah.
“Segala potensi kita upayakan pencegahan dini, kita berharap air segera normal,” harap Bayu. (mad)
Baca juga: Kyai NU Bedah Kitab Karya Ulama Nusantara
| CRS Inisiasi Kolaborasi Relawan Pulihkan Pamsimas di Pematangdurian |
|
|---|
| Banjir Bandang Aceh Tamiang Rusak 3.435,5 Hektare Tambak, Butuh Rp 500 Miliar untuk Pemulihan |
|
|---|
| Ratusan Keluarga Korban Banjir di Aceh Tamiang Terima Bantuan PKPA dan Mercy Relief |
|
|---|
| Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Sosial Tahap Kedua Rp 76 Miliar |
|
|---|
| Jatuh dari Sepeda Motor, Ibu dan Anak Meninggal Disambar Pikap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-lapangan-sepak-bola-di-Kota-Kualasimpang-berubah-menjadi-lautan.jpg)