Breaking News

Konflik Israel dan Palestina

Israel dan Hamas Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata, Apa Langkah Selanjutnya?

Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah 15 bulan perang yang menghancurkan Gaza, sebuah wilayah yang menjadi rumah...

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Foto terakhir Dr Hossam Abu Safiya diambil oleh fotografer Muhannad Al-Muqayd, dan menunjukkan Dr Abu Safiya berjalan dengan gaun putihnya di tengah reruntuhan Rumah Sakit Kamal Adwan, yang dibakar oleh mesin perang Israel, dengan tank pendudukan.  

Banyak dari mereka yang berharap dapat kembali ke rumah dan desa mereka, meskipun ada keraguan apakah mereka akan bisa melakukannya dengan aman.

Israel menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan jaminan tertulis untuk mencegah dimulainya kembali permusuhan setelah tahap kedua.

Meski demikian, Hamas diberi jaminan lisan oleh mediator dari Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat bahwa negosiasi akan terus berlangsung dan ada komitmen untuk menjaga gencatan senjata ini tetap berlaku.

 Perundingan lebih lanjut diharapkan dapat memperbaiki situasi dan mencegah kekerasan berlanjut di masa depan.

Tahap ketiga akan dimulai pada 12 April (Hari ke-84), yang diharapkan akan lebih fokus pada pemulihan Gaza secara jangka panjang.

 Dalam tahap ini, jika semua persyaratan tahap kedua telah dipenuhi, maka proses rekonstruksi pascaperang akan dimulai dengan rencana pembangunan yang diawasi oleh komunitas internasional.

Pada saat ini, jenazah dari para tawanan yang masih ada akan diserahkan kepada keluarga mereka sebagai bagian dari pertukaran tawanan.

Namun, tahap ini juga menghadirkan tantangan besar karena belum ada kesepakatan yang jelas mengenai siapa yang akan mengelola Gaza setelah gencatan senjata.

Amerika Serikat telah mendesak agar Otoritas Palestina dibentuk kembali untuk mengelola wilayah tersebut, tetapi hal ini masih menjadi titik perdebatan antara pihak-pihak yang terlibat.

Kesepakatan ini juga menyarankan agar Gaza utara, yang telah berada di bawah pengepungan militer Israel, dapat dibuka kembali tanpa pemeriksaan yang ketat.

Mobil dan lalu lintas non-pejalan kaki diharapkan dapat melintasi jalan utama yang membagi Gaza menjadi dua wilayah, setelah pemeriksaan kendaraan dilakukan oleh perusahaan swasta yang akan dipilih oleh mediator dan berkoordinasi dengan pihak Israel.

Beberapa warga Palestina, seperti Umm Mohamed yang berusia 66 tahun, berharap untuk segera kembali ke rumah mereka setelah gencatan senjata.

 "Begitu ada gencatan senjata, saya akan kembali dan mencium tanah saya di Beit Hanoon di Gaza utara," kata Umm Mohamed, yang telah kehilangan dua dari sepuluh anaknya akibat serangan Israel.

Kisah seperti ini mencerminkan rasa sakit dan kerinduan yang mendalam yang dirasakan oleh banyak warga Gaza yang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan hidup dalam pengungsian selama bertahun-tahun.

Perundingan dan implementasi kesepakatan ini akan berjalan selama beberapa bulan, dengan harapan bahwa tahap-tahap yang telah disusun akan dijalankan sesuai rencana.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved