Berita Banda Aceh

Taqwaddin: ICMI Aceh Siap Bantu Pemerintahan Mualem

Jika diperlukan silakan Mualem gunakan SDM ICMI Aceh untuk untuk mempercepat kemajuan Aceh dalam berbagai bidang.

Editor: Nur Nihayati
IST
Dr Taqwaddin 

Jika diperlukan silakan Mualem gunakan SDM ICMI Aceh untuk untuk mempercepat kemajuan Aceh dalam berbagai bidang.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh menyatakan siap membantu Pemerintahan Mualem.

Hal ini disampaikan Dr Taqwaddin, Ketua ICMI Aceh merespon pertanyaan awak media, Jumat (17/1/2025).

ICMI sebagai wadah berhimpunnya para cendekia memiliki banyak SDM dalam berbagai bidang yang bisa membantu terwujudnya visi dan misi  Pemerintahan Aceh di bawah pimpinan Muzakkir Manaf dan Fadhullah.

"Anggota MPW ICMI Aceh saat ini mencapai 200-an orang dari berbagai profesi dan keahlian.

Ini kekuatan yang bisa digunakan untuk membantu mempercepat pencapaian program-program Pemerintahan Mualem," ungkap Taqwaddin yang saat ini sedang berada di Jepang.

Jika diperlukan silakan Mualem gunakan SDM ICMI Aceh untuk untuk mempercepat kemajuan Aceh dalam berbagai bidang.

Pertarungan Pilkada sudah selesai. Kini saatnya membangun secara lebih cepat dan lebih baik. Ini momentum Aceh untuk bangkit maju dan sejahtera menuju Aceh mulia.

"Kami prihatin dengan fakta dan data bahwa Aceh masih miskin. Ini harus menjadi cambuk bagi Mualem dan Tim-nya untuk berpikir keras, cerdas, dan ikhlas agar segera keluar dari kemiskinan ini.

Hemat kami problema kemiskinan harus menjadi target prioritas Pemerintahan Mualem untuk segera dituntaskan.

Setiap tahun angka kemiskinan harus turun signifikan.

Yang miskin itu adalah orang Aceh, bukan sumberdaya alam Aceh.
Mengapa orang Aceh miskin ? Jawabannya karena tidak ada pendapatan. Mengapa tidak ada pendapatan ? Karena tidak ada pekerjaan.

Mengapa tidak ada pekerjaan ? Karena tidak ada lapangan kerja, sehingga tidak tahu apa yang dikerjakan. Jadi hemat kami intinya pada pekerjaan atau dunia kerja, ujar Taqwaddin sebagai akademisi yang saat ini berpotensi sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor.

Dia menambahkan, terkait upaya mempercepat pengentasan kemiskinan, ICMI Aceh memiliki pakar-pakar dan praktisi kompeten yang telah sukses membuktikan bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Misalnya Ismail Rasyid, Jafaruddin Husin, Muhammad Zaki, dan lain-lain.

Mereka ini Anggota Pakar ICMI Aceh yang juga praktisi bisnis. 

Selain itu Pihaknya juga mengalu memiliki akademisi seperti Prof Jaman J Makruf, Prof Apridar, dan banyak lagi lainnya yang bisa diajak untuk tukar pikiran untuk menemukan solusi filosofis dan teoritis untuk mempercepat pengurangan angka kemiskinan. 

ICMI Aceh sudah beberapa kali mengadakan diskusi terkait masalah ini, sehingga memiliki alternatif solusi untuk mengatasinya.

Alternatif solusi yang disampaikan oleh Ismail Rasyid pada acara Silakwil ICMI akhir 2024 saya kira tepat untuk diterapkan di Aceh.

"Terkait polemik kapan dilantik, apakah awak Februari atau awal Maret, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan karena kapanpun jadwal pelantikan itu, masa jabatannya tetap 5 tahun," demikian tutup Taqwaddin, di sela-sela menghadiri symposium memperingati 30 tahun gempa Kobe Jepang.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved