Sosok Shou Zi Chew, CEO TikTok Ternyata Pernah Magang di Facebook
Ia magang di Facebook saat mengambil gelar master di Harvard Business School di Boston, Massachusetts, AS, sekitar tahun 2008.
Di bawah kepemimpinannya, TikTok mendulang popularitas secara global. Total, pengguna TikTok global kini mencapai 1,5 miliar.
Hal ini cukup menarik, lantaran tidak banyak platform non-AS, terutama dari China yang bisa menembus pasar global, dan menarik banyak pengguna AS.
Di AS, TikTok mengeklaim jumlah penggunanya kini mencapai 170 juta.
Bukan cuma itu, TikTok juga menjadi trendsetter platform berbagi video pendek, yang kemudian ditiru oleh para pesaingnya, termasuk Meta, induk perusahaan Facebook, di mana Chew sempat bekerja sebagai pegawai magang.
Baca juga: AS Blokir Tiktok, Mahkamah Agung AS Kuatkan Undang-undang Pelarangan TikTok
Pernah sindir Facebook
Sebelum sepopuler saat ini, TikTok sempat hampir dibeli oleh Mark Zuckerberg. Hal itu terjadi sekitar tahun 2016 lalu.
Lebih tepatnya, Zuckerberg ingin membeli Musical.ly, yakni aplikasi lipsync yang sempat populer beberapa tahun lalu.
Zuck, panggilan akrabnya, dikabarkan mengalokasikan banyak uang demi membeli Musical.ly.
Akan tetapi, hal itu tidak terjadi. Musical.ly akhirnya jatuh ke tangan ByteDance, induk TikTok saat ini.
Tahun 2017, ByteDance resmi membeli Musical.ly senilai 800 juta dollar AS.
Setelah dibeli, ByteDance menggabungkan Musical.ly dengan platform TikTok yang sudah ada saat itu, dan kemudian memensiunkan platform lipsync tersebut.
Zuck tampaknya tak mau tersaingi TikTok.
Tahun 2018, Meta merilis Lasso, platform serupa TikTok yang menawarkan format video pendek.
Akan tetapi, usia Lasso sangat singkat. Tahun 2020, platform itu ditutup Meta.
Zuckerberg pun pernah mengkritik TikTok. Zuck pernah mengatakan, TikTok bisa menjadi ancaman kebebasan berekspresi global di media sosial.
| Total 3.400 Orang Tewas dalam Konflik Iran dengan AS dan Israel, Data Terus Bertambah |
|
|---|
| Situasi AS–Iran Memanas, Trump Rapat dengan Direktur CIA dan Menhan, Perang Bakal Lanjut |
|
|---|
| Meski Berunding, Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Siap Bertempur Kapan Pun, Militer Siaga Penuh |
|
|---|
| AS Klaim Pertahanan Iran Sudah Lumpuh, Laporan Intelijen Ungkap Fakta Sebaliknya |
|
|---|
| AS Bersiap Kejar Kapal Iran di Seluruh Dunia, Tak Hanya Blokade |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CEO-TikTok-Shou-Zi-Chew.jpg)