Sabtu, 18 April 2026

Berita Aceh Timur

8 Ternak di Aceh Timur Dimangsa Harimau, Konflik Satwa dan Manusia Perlu Mitigasi Jangka Panjang

Bulan ini saja atau Januari 2025, telah terjadi tujuh kasus harimau turun ke permukiman di Aceh Timur, sehingga delapan ternak dimangsa. 

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Dokumen pribadi
Ketua Yayasan Konservasi Alam Timur Aceh (YAKATA), Zamzami Ali 

Bulan ini saja atau Januari 2025, telah terjadi tujuh kasus harimau turun ke permukiman di Aceh Timur, sehingga delapan ternak dimangsa. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Konfli Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia terus menjadi perhatian serius di Aceh Timur.

Konflik ini kerap terjadi akibat kerusakan lingkungan yang memengaruhi habitat alami harimau, seperti deforestasi.

Bulan ini saja atau Januari 2025, telah terjadi tujuh kasus harimau turun ke permukiman di Aceh Timur, sehingga delapan ternak dimangsa. 

Menurut data Yayasan HAkA, sepanjang tahun 2023, sebanyak 611 hektare hutan di Aceh Timur telah mengalami deforestasi.

Ketua Yayasan Konservasi Alam Timur Aceh (YAKATA), Zamzami Ali, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Senin (27/1/2025). 

Menurutnya, wilayah yang paling sering mengalami konflik antara harimau dan manusia adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Baca juga: Konflik dengan Harimau belum Tuntas, Kini Giliran Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Aceh Timur

Misalnya Banda Alam, Indra Makmur, Pante Bidari, Peunaron, dan Ranto Peureulak.

"Pada Januari 2025 saja, telah terjadi tujuh kasus harimau turun ke permukiman. Tiga kasus di Indra Makmur, dua di Nurussalam, satu di Pante Bidari, dan satu di Peunaron.

Akibatnya, delapan ternak warga menjadi korban, dengan rincian lima di Indra Makmur, dua di Nurussalam, dan satu di Pante Bidari," ujar Zamzami.

Kerusakan hutan sebagai habitat alami harimau menjadi faktor utama yang memicu konflik ini.

Selain itu, berkurangnya populasi hewan mangsa seperti rusa, kambing hutan, dan babi hutan juga mendorong harimau mendekati permukiman.

Ditambah lagi, kebiasaan warga melepas ternak di kawasan perkebunan yang jauh dari pemukiman turut menjadi pemicu.

Baca juga: Harimau Sumatera Berkeliaran di Aceh Timur, Warga Peunaron Ketakutan

"Harimau membutuhkan habitat yang mendukung, seperti ketersediaan makanan, air bersih, dan lingkungan yang aman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved