Senin, 20 April 2026

Berita Aceh Timur

Kesaksian Haru Istri Korban Penembakan di Perairan Malaysia

Di tengah deraian air mata, Mawaddah, istri Muhammad Hanafiah, korban penembakan di perairan Malaysia, membagikan kisah pilu yang menimpa suaminya

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MAULIDI ALFATA
Mawaddah istri Muhammad Hanafiah korban penembakan di perairan Malaysia, Selasa (28/1/2025). 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Di tengah deraian air mata, Mawaddah, istri Muhammad Hanafiah, korban penembakan di perairan Malaysia, membagikan kisah pilu yang menimpa suaminya.

Saat ditemui Serambinews.com pada Selasa (28/1/2025) di kediamannya, Mawaddah menceritakan detik-detik menerima kabar duka dari negeri jiran.

Pada Kamis (23/1/2025), Mawaddah menerima pesan dari Hanafiah yang mengabarkan bahwa ia sedang dalam masalah.

 Tidak lama kemudian, suaminya mengirim pesan lain, meminta agar Mawaddah menjemputnya di Dumai dan berkoordinasi dengan pihak Polsek setempat untuk kelancaran proses tersebut.

Baca juga: Ini Identitas Dua Warga Aceh Ditembak di Perairan Malaysia, Terjadi Kejar-kejaran di Malam Gelap

"Namun, saat kami cek lokasi yang dikirimkan, ternyata bukan di Dumai, melainkan masih di Malaysia," ungkap Mawaddah dengan suara bergetar.

Sambil mengusap air mata, Mawaddah melanjutkan bahwa keluarganya segera mencari informasi keberadaan Hanafiah. 

Keesokan harinya, mereka mendengar kabar ada penembakan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Pulau Carey, Malaysia.

Informasi tersebut mengejutkan, terutama setelah diketahui bahwa enam korban penembakan adalah WNI, dua di antaranya berasal dari Aceh, termasuk Muhammad Hanafiah.

"Dalam voicenote yang dia kirim, dia bilang tinggal sendiri di speed boat, tapi tidak menyebutkan kalau dia tertembak," ujar Mawaddah dengan lirih.

Insiden Penembakan di Tengah Gelap Malam

Saat ini, Muhammad Hanafiah tengah dirawat di Hospital Klang Selangor, Malaysia. Insiden tersebut terjadi saat 26 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural, termasuk dua warga Aceh, mencoba meninggalkan Malaysia secara ilegal menggunakan perahu cepat (boat). Namun, pergerakan mereka terdeteksi oleh patroli Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Dalam pengejaran di tengah malam gelap, kapal patroli APMM diduga melepas tembakan ke arah perahu yang berisi para PMI dari jarak sekitar 20 hingga 25 meter. Penembakan ini menimbulkan korban luka-luka, termasuk Hanafiah.

Baca juga: Boat Kejar-kejaran di Kegelapan Malam, 2 Warga Aceh Ditembak di Malaysia

Menurut Kepolisian Malaysia, tembakan dilepaskan karena adanya perlawanan dari para PMI. Namun, klaim ini dibantah oleh saksi korban yang selamat. 

Haji Uma, seorang tokoh Aceh yang memantau kasus ini, mengonfirmasi langsung kepada para korban.

"Saya tanyakan berulang kali, dan mereka tegaskan tidak ada perlawanan sama sekali. Sebagai warga sipil tanpa alat, mereka mau melawan dengan apa" ujar Haji Uma,

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved