Berita Banda Aceh
Lahan Bekas Tsunami Dijadikan Persawahan
“Pemanfaatan lahan bekas tsunami ini agar produksi pangan di Aceh Besar terus meningkat." FIRDAUS, Kepala BPSIP Aceh
“Pemanfaatan lahan bekas tsunami ini agar produksi pangan di Aceh Besar terus meningkat." FIRDAUS, Kepala BPSIP Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian berencana untuk mengoptimalkan lahan bekas tsunami di Aceh Besar menjadi lahan pertanian.
"Lahan bekas tsunami di Lhoknga dan Leupung akan direhab untuk bisa ditanam padi lagi," kata Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Aceh, Firdaus, Rabu (29/1/2025).
Rencana tersebut mengemuka setelah adanya permintaan dari Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Cut Huzaimah dalam Rakor Percepatan LTT, oplah via zoom. Ia meminta Menteri Pertanian dapat merehabilitasi lahan bekas tsunami di Aceh.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, tim dari Direktur Pembiayaan bersama BPSIP Aceh, Distanbun Aceh, dan Dinas Pertanian Aceh Besar melakukan survei awal terhadap lahan yang bakal direhab itu.
Firdaus menjelaskan, berdasarkan hasil survei pendahuluan terhadap lokasi sawah terdampak tsunami di Lhoknga yang hendak dijadikan lahan pertanian kembali tersebut, yakni terbagi pada tiga jenis lahan dengan luas berbeda-beda.
Pertama, di Kecamatan Lhoknga terdapat lahan baku sawah (LBS) seluas 422,1 hektare, LBS menyemak 143,4 hektare, dan non-LBS seluas 34,3 hektare. Sedangkan di Kecamatan Leupung hanya ada non-LBS seluas 77,4 hektare.
Ia menegaskan, lokasi yang sudah disurvei tersebut tidak berada dalam kawasan hutan. Meski demikian, masih perlu dilakukan pemetaan detail batas pengajuan calon lokasi kegiatan.
Ke depan, tim harus melakukan pemetaan identifikasi tipologi lahan, sehingga dapat ditentukan apakah lokasi calon kegiatan masuk dalam tipologi lahan rawa atau nonrawa.
"Lalu, untuk lahan yang masuk dalam LBS dapat diusulkan kegiatan optimasi lahan dan pada lahan yang berada di luar LBS dapat diusulkan kegiatan cetak sawah," ujarnya.
Firdaus menambahkan, lahan bekas tsunami tersebut merupakan milik petani, dan nantinya setelah pemerintah mengoptimalkan lahannya, maka petani sendiri yang menanam padinya.
"Lahan itu sendiri milik petani, pemerintah yang optimalkan rawa bekas tsunami tersebut dan petani yang menanam. Tetapi, untuk prosesnya, ini tergantung anggaran yang tersedia tahun ini," katanya.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga menegaskan bahwa rencana optimalisasi lahan bekas tsunami tersebut juga dalam rangka mendukung program Astacita yakni ketahanan pangan.
"Ini untuk mendukung dan meningkatkan program Asta Cita Presiden Prabowo-Gibran. Pemanfaatan lahan bekas tsunami ini agar produksi pangan di Aceh Besar terus meningkat," pungkas Firdaus.(antaranews.com)
| MPU Aceh Sebut Mahar tidak Mesti Emas, Abu Sibreh: Orang Tua harus Permudah Pernikahan |
|
|---|
| 24 Jam Operasi, Satpol PP & WH Banda Aceh Tertibkan 11 Orang Gepeng |
|
|---|
| TNI Kirim Puluhan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Kayu di Geudumbak Aceh Utara |
|
|---|
| PERSAGI Raih Rekor MURI Edukasi Gizi Serentak Terbesar di Indonesia, Cetak Sejarah di HGN Ke-66 |
|
|---|
| Petani Sawit Pertanyakan Keterlibatan BPDP dalam Proses Pemulihan Aceh Pasca Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FIRDAUS-Kepala-BPSIP-Aceh.jpg)