Berita Banda Aceh
Harga Emas di Wilayah Aceh Tembus Rp 6,6 Juta per Mayam
Harga emas di wilayah Aceh melonjak tajam dalam sepekan terakhir, mencetak rekor baru yang buat pedagang dan investor emas lokal terbelalak
Bahkan dalam sehari, emas di Banda Aceh bisa dua kali mengalami kenaikan harga antara pagi dan sore, tembus Rp 100.000 naik per mayam dalam sehari. Muhammad Rizal Al-Fath, Pemilik Toko Emas
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas di berbagai wilayah Aceh melonjak tajam dalam sepekan terakhir, mencetak rekor baru yang membuat pedagang dan investor emas lokal terbelalak. Di Banda Aceh, Aceh Jaya, hingga Aceh Tamiang, harga emas murni kadar 99 persen kini tembus Rp 6.650.000 per mayam (3,3 gram), mencerminkan tren penguatan yang merata di seluruh provinsi.
Di Banda Aceh, pemilik Toko Emas Al-Fath, Muhammad Rizal Al-Fath, menyebutkan bahwa dalam empat hari terakhir, kenaikan harga emas berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000 per mayam. “Bahkan dalam sehari, emas di Banda Aceh bisa dua kali mengalami kenaikan harga antara pagi dan sore, tembus Rp 100.000 naik per mayam dalam sehari,” ungkap Rizal. Per Rabu (24/9/2025), harga emas di tokonya mencapai Rp 6.450.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.
Di Aceh Jaya, pedagang emas Husaini Hasballah mengonfirmasi bahwa harga emas murni telah mencapai Rp 6.650.000 per mayam, termasuk ongkos pembuatan. Ia mencatat bahwa harga emas batangan lokal naik dari Rp 1.915.000 menjadi Rp 1.985.000 per gram, atau sekitar Rp 77.000 per mayam dibandingkan Jumat lalu. “Emas hari ini kembali mengalami kenaikan, kenaikan tidak terlalu besar namun juga tidak kecil,” ujarnya.
Sementara itu, di Aceh Tamiang, harga emas juga menunjukkan penguatan signifikan. Rizky, karyawan Toko Emas Anugerah di Kualasimpang, menyebutkan bahwa harga emas London murni kini dipatok Rp 6.650.000 per mayam, naik dari posisi beberapa hari sebelumnya yang masih di kisaran Rp 6.500.000. “Harga emas naik lagi, beberapa hari yang lalu masih di angka Rp 6,5 juta per mayam,” jelasnya. Ia merinci bahwa harga emas Antam di wilayahnya mencapai Rp 2.180.000 per gram, sementara emas 97 persen berada di angka Rp 6.500.000 per mayam.
Kenaikan harga ini memicu perubahan perilaku masyarakat. Di Banda Aceh, Rizal mengungkapkan bahwa saat harga naik, masyarakat lebih banyak menjual daripada membeli, dengan rasio 70:30. “Kalau hari biasa 10-20 mayam, kalau lagi naik harga masyarakat bisa jual ratusan mayam, dalam beberapa hari terakhir ada 50-100 mayam yang jual,” jelasnya. Pola transaksi pun bergeser dari perhiasan biasa ke emas batangan atau perhiasan padat seperti gelang.
Di Aceh Jaya dan Aceh Tamiang, minat beli juga menurun. “Kalau kondisi saat ini pembelian menurun, dibandingkan dengan yang menjual, sangat sedikit yang membeli,” kata Husaini. Rizky menambahkan, “Kalau harga terus menguat seperti sekarang, pembeli biasanya lebih selektif. Tapi untuk emas, minat tidak pernah benar-benar hilang karena dianggap simpanan jangka panjang.”
Kenaikan harga emas di Aceh tak lepas dari tren global. Menurut laporan Kompas.com, harga emas dunia telah naik lebih dari 40 persen sepanjang tahun 2025, mencatatkan kinerja terbaik sejak 1979. Lonjakan ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh The Fed, pelemahan dolar AS, serta aksi borong emas oleh negara-negara seperti Cina, Rusia, dan India.
“Ketika mereka membeli, mereka membeli dalam jumlah besar,” ujar John Stoltzfus, Chief Investment Strategist Oppenheimer, seperti dikutip Kompas.com.. Di Indonesia sendiri, harga emas Antam per gram pada 24 September 2025 tercatat di angka Rp 2.174.000, naik Rp 10.000 dari hari sebelumnya.
Meski harga tinggi membuat sebagian masyarakat menahan diri untuk membeli, Rizal tetap menyarankan agar emas dijadikan instrumen investasi. “Karena dari tahun ke tahun emas tetap naik, tidak ada istilah turun,” pungkasnya.
Dengan harga yang terus merangkak naik dan kondisi global yang belum stabil, emas tampaknya akan tetap menjadi primadona investasi di Aceh dan seluruh Indonesia. Namun, masyarakat perlu cermat dalam memilih waktu dan bentuk investasi agar tetap menguntungkan di tengah fluktuasi pasar.(rn/rb)
Kapan Waktu Terbaik Beli Emas agar Cuan?
PADA dasarnya harga emas cenderung naik dalam jangka panjang. Sehingga investasi emas akan lebih baik dilakukan secara rutin. Jadi waktu yang tepat membeli emas adalah saat memiliki dana lebih. Apalagi jika Anda memiliki Tabungan Emas, Anda bisa secara rutin menambah saldo Tabungan Emas dengan jumlah berapapun. Uang yang ditabungkan akan dikonversi menjadi emas sesuai harga emas saat itu.
Dilansir dari laman Pegadaian, ketika harga emas naik, maka nilai saldo emas di Tabungan Emas akan meningkat jika diubah dalam wujud nominal uang. Sekalipun emas dianggap lebih stabil dibandingkan instrumen investasi lain, faktanya ada waktu-waktu ketika nilai emas menguat atau melemah. Ada banyak faktor memengaruhi naik turunnya harga emas. Di sinilah Anda harus jeli mengamati tren harga emas agar Anda bisa membelinya dengan nilai yang lebih menguntungkan.
Berita Banda Aceh
rekor harga emas per mayam
Harga Emas Menggila
Harga emas hari ini per mayam di Banda Aceh
harga emas
harga emas Naik Tajam
| Azzahra Jannatul Qalbi, Murid MIN 6 Banda Aceh Juara II Sempoa se-Aceh |
|
|---|
| Ketua DPW PKS Aceh Silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh |
|
|---|
| Terkait Korupsi Beasiswa Aceh Rp 14 M, Kejati Sudah Periksa Puluhan Saksi |
|
|---|
| Safrizal ZA Perintahkan Kontraktor Kebut Pembangunan Jembatan di Bener Meriah |
|
|---|
| MJO Masih Terpantau Aktif di Aceh, BMKG: Waspada Hujan Sedang-Lebat pada Sore dan Malam Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Harga-Emas-Tembus-Rp-66-JutaMayam.jpg)