Niat Puasa Qadha Sebelum Ramadhan 2025, Utang Puasa Tahun Lalu Wajib Dibayar

Bulan Syaban menjadi kesempatan yang sangat penting untuk menunaikan puasa qadha, yaitu puasa yang menggantikan kewajiban puasa Ramadhan yang terlewat

Editor: Amirullah
YouTube Tribunnews
NIAT PUASA QADHA - Simak penjelasan soal batas qadha atau bayar utang puasa di Ramadhan tahun lalu dan bacaan niatnya. (YouTube Tribunnews) 

SERAMBINEWS.COM -Saat ini, umat Islam berada di Bulan Syaban 1446 H, yang merupakan kesempatan terakhir untuk melaksanakan puasa qadha sebelum bulan suci Ramadhan 2025 tiba.

Puasa qadha adalah ibadah yang dilakukan untuk menggantikan kewajiban puasa Ramadhan yang terlewat pada tahun sebelumnya, baik karena sakit, perjalanan, atau halangan lainnya.

Bulan Syaban menjadi waktu yang sangat penting bagi umat Islam untuk menyelesaikan puasa qadha, mengingat Ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi.

Menurut para ulama, meskipun puasa qadha dapat dilakukan sepanjang tahun, Bulan Syaban sering dianggap sebagai waktu yang paling utama karena menjelang Ramadhan, umat Islam cenderung lebih fokus pada persiapan spiritual dan fisik.

Puasa qadha, yang dikenal juga sebagai 'Puasa Ganti' adalah amalan yang harus dilakukan untuk menutupi puasa yang belum dilaksanakan pada Ramadhan sebelumnya.

Bagi umat Islam, mengganti utang puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan secepatnya, terutama pada bulan Syaban ini.

Sebelum bulan Ramadhan 2025 datang, umat Islam diingatkan untuk segera mengganti puasa yang tertinggal sebagai bentuk pemenuhan kewajiban ibadah mereka.

Berikut ini bacaan niat puasa qadha Ramadhan dalam bahasa Arab, latin dan artinya:

Niat Puasa Qadha Ramadhan 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhâna lillâhi ta‘âlâ. 

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT. 

Niat puasa qadha Ramadhan harus dilafalkan pada malam hari atau sebelum fajar atau waktu Subuh. 

Hukum tidak mengganti utang Puasa Ramadhan 

Mengutip buku berjudul "Belum Qadha Puasa Sudah Masuk Ramadhan Berikutnya", terdapat penjelasan bahwa kewajiban puasa tidak hilang meskipun masa wajibnya (hari-hari pada bulan Ramadhan) telah usai. 

Kewajiban qadha ini juga tertuang dalam firman Allah: 

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ 

Halaman
12
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved