Selasa, 28 April 2026

Berita Luar Negeri

Tabrakan Pesawat CRJ dan Helikopter Militer AS: Mengapa Tidak Saling Menghindari, Siapa yang Salah?

Dalam penerbangan normal di luar wilayah udara terkendali, ketika dua pesawat saling mendekati, pesawat di sebelah kanan mempunyai hak jalan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Tangkapan Layar YouTube FOX 32 Chicago
Pesawat American Airlines Menabrak Helikopter - Tangkapan Layar Video Detik-detik Pesawat American Airlines Menabrak Helikopter Black Hawk Milik Angkatan Darat Amerika Serikat pada Rabu (29/1/2025) Malam Waktu Setempat. Sebuah pesawat milik maskapai Americans Airlines menabrak helikopter militer Black Hawk di Washington, DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/1/2025). 

Tabrakan Pesawat CRJ dan Helikopter Militer AS: Mengapa Tidak Saling Menghindari, Siapa yang Salah?

SERAMBINEWS.COM – Tabarakan pesawat penumpang dan helikopter militer Amerika Serikat pada Rabu (29/1/2025) menimbulkan tanda tanya besar.

Publik pun bertanya-tanya, apa penyebab kecelakaan tersebut dan mengapa kedua pesawat tidak saling menghindar.

Karena diketahui, setiap pesawat pasti memiliki radar dan dapat melihat pesawat lainnya di areal kemudi.

Lantas, kecelakaan yang menrenggut 60-an nyawa ini siapa yang disalahkan? 

Seorang mantan pilot militer Inggris telah menjelaskan bagaimana wilayah udara dikontrol untuk menghindari kecelakaan.

Menurut mantan pilot militer Inggris, Dominic Nicholls, untuk memastikan keselamatan penerbangan, wilayah udara dibagi menjadi banyak area.

Mulai dari area dengan pengawasan ketat di sekitar bandara hingga area kontrol yang lebih longgar.

Wilayah yang dikontrol paling ketat berada di wilayah udara Kelas A, seperti wilayah sekitar Bandara Nasional Ronald Reagan di negara bagian Washington.

Pilot harus mendapat izin dari Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC) untuk memasuki area tersebut.

Kecuali dalam keadaan darurat, pilot harus benar-benar mengikuti instruksi ATC – termasuk arah penerbangan, ketinggian atau pendaratan.

Jika simulasi kecelakaan di Washington pada Rabu (29/1/2025) itu dan instruksi ATC benar, tampaknya pesawat penumpang diizinkan mendekati dan mendarat di landasan pacu 33.

Namun apa yang dilakukan helikopter militer AS tampaknya diduga melakukan kesalahan dengan memasuki wilayah udara tanpa izin ATC.

Namun semua ini akan terjawab setelah otoritas Amerika Serikat selesai melakukan penyelidikan dan mengumumkannya ke publik

Dominic mengungkapkan dalam penerbangan normal di luar wilayah udara terkendali, ketika dua pesawat saling mendekati, pesawat di sebelah kanan mempunyai hak jalan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved