Senin, 27 April 2026

Info Kesehatan

Psikolog Ungkap Alasan Kenapa Orang Lebih Mudah Marah Pada Keluarga Dibanding Teman, Ini Penyebabnya

Contoh lainnya, seperti saat seseorang membentak adiknya sendiri hanya karena hal kecil.  Sementara jika temannya yang melakukan kesalahan yang sama,

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
FREEPIK.COM
PASANGAN BERTENGKAR - Foto ilustrasi pria dan wanita yang saling emosi hingga memicu pertengkaran. Sikap mudah marah kepada orang terdekat seperti keluarga kerap dialami oleh sebagian orang, dibanding kepada teman mereka. (FREEPIK.COM). 

SERAMBINEWS.COM - Beberapa orang ungkin menyadari ada perasaan lebih mudah marah kepada keluarga dibanding teman.

Perasaan seperti itu muncul tanpa disadari.

Misalnya, ketika bersama teman, seseorang bisa menjadi sangat sabar meski dalam kondisi apapun.

Namun berbanding terbalik jika bersama keluarga, justru menjadi mudah emosional.

Tindakan demikian pernah diungkapkan oleh warganet dan ramai dibahas di media sosial, seperti TikTok dan Instagram belum lama ini.

“Misalnya, lo habis bete di sekolah atau kerja, pulang rumah langsung semprot orang rumah,” bunyi keterangan dalam unggahan disertai foto yang dimuat oleh akun Instagram @folkative, Selasa (28/1/2025).

“Tapi, ke teman lo malah bilang, ‘Gak apa-apa, gue fine.’ Kenapa beda?” lanjutnya.

Contoh lainnya, seperti saat seseorang membentak adiknya sendiri hanya karena hal kecil. 

Sementara jika temannya yang melakukan kesalahan yang sama, dia justru akan memberikan respons tertawa. 

“Kadang kita lupa, orang rumah juga butuh dihargai. Jangan sampai nyaman marah ke mereka, tapi lupa mereka juga manusia,” tulis unggahan.

Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi?

Baca juga: Stres Berlebihan Bisa Timbulkan GERD, dr Zaidul Akbar Berbagi Tips Mengatasinya

Penjelasan psikolog

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (1/2/2025), Psikolog dan dosen Fakultas Unika Soegijapratna Semarang, Christine Wibowo mengungkapkan, salah satu penyebabnya adalah perasaan lebih nyaman bersama keluarga dibandingkan teman-temannya.

“Kapan seseorang itu bisa menyampaikan emosi, perasaan, pikirannya dengan terbuka? Yaitu pada saat dia merasa nyaman. Rasa nyaman itu biasanya dengan orang yang paling dekat. Siapa orang yang paling dekat dari seseorang? Yaitu keluarganya,” tutur dia, Jumat (31/1/2025).

Karena itu, umumnya ketika seseorang bersama keluarganya, dia bisa menyampaikan perasaan asli dan apa adanya.

Selain itu, menurut Christine, seseorang umumnya merasa tidak akan ditinggalkan oleh keluarganya meski menunjukkan emosi aslinya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved