Berita Bireuen

Ambruk Sejak Beberapa Waktu Lalu, Jembatan Penghubung di Simpang Mamplam Bireuen belum Diperbaiki

Ambruknya jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun lalu itu membuat akses ratusan warga antara dua desa dan juga aktivitas ke tambak udang kini harus b

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
JEMBATAN AMBRUK - Satu jembatan permanen menghubungkan Desa Rheum Baroh dan Rheum Timu, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, ambruk sejak beberapa waktu lalu. Warga berharap segera dibangun jembatan baru. Foto direkam baru-baru ini. 

Ambruknya jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun lalu itu membuat akses ratusan warga antara dua desa dan juga aktivitas ke tambak udang kini harus berjalan memutar pematang tambak. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu jembatan permanen menghubungkan dua gampong, yaitu Desa Rheum Timu dan Rheum Baroh, Simpang Mamplam, Bireuen, ambruk beberapa waktu lalu.

Ambruknya jembatan yang dibangun sekitar 20 tahun lalu itu membuat akses ratusan warga antara dua desa dan juga aktivitas ke tambak udang kini harus berjalan memutar pematang tambak. 

Warga Rheum Baroh, Suwardi yang juga mantan keuchik setempat kepada Serambinews.com, Rabu (12/2/2025) mengatakan, jembatan permanen tersebut ambruk beberapa waktu lalu. 

Jembatan patah total dan tidak bisa dilintasi lagi.

Jembatan sepanjang 7 meter dibangun setelah tsunami dan kondisinya memang sudah perlu diganti, namun belum sempat dibangun yang baru, jembatan sudah ambruk.

“Jembatan tersebut lintasan utama para siswa, masyarakat maupun petambak yang setiap hari melintasi, ketika jembatan sudah ambruk, masyarakat sangat susah,” ujarnya.

Baca juga: Diduga Paksa Pacar Aborsi, Personel Polres Bireuen Ipda YF Dijatuhi Sanksi Etik

Suwardi menambahkan, perangkat dua desa sejak beberapa tahun lalu telah mengusulkan dalam Musrenbang untuk dibangun baru, namun sampai sekarang belum terealisasi.

Masyarakat katanya sangat mengharapkan dinas terkait turun langsung ke lapangan melihat aktivitas masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

Dengan demikian jembatan yang sudah ambruk itu agar segera dibangun yang baru.

Sejak jembatan putus total dan ambruk, masyarakat maupun para siswa harus berputar pematang tambak. (*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved