Harga Emas
Emas Melonjak di Atas 2.900 US Dolar per Ons, Dipicu oleh Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik
harga emas melampaui level $2.900 per ons, mengalami lonjakan signifikan setelah penurunan tajam satu hari terbesar dalam dua bulan terakhir.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM-Pada hari Senin (17/2/2025), harga emas melampaui level $2.900 per ons, mengalami lonjakan signifikan setelah penurunan tajam satu hari terbesar dalam dua bulan terakhir.
Dilansir dari Trading Economics pada Senin (17/2/2025), kenaikan harga ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar, dengan investor berfokus pada risiko gangguan ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, serta prospek kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).
Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
Kebijakan tarif Trump yang semakin tidak dapat diprediksi telah menambah ketegangan pasar, dengan penundaan dan pengecualian yang terus berkembang. Ketidakpastian ini, ditambah dengan ketegangan geopolitik global, telah meningkatkan daya tarik emas sebagai "safe haven" atau tempat berlindung yang aman bagi investor.
Emas, sebagai aset yang cenderung menguntungkan di tengah krisis atau ketidakpastian ekonomi, kembali menjadi pilihan utama bagi para pelaku pasar yang khawatir tentang dampak dari kebijakan tarif yang berpotensi merusak perekonomian global.
Selain faktor tarif, pasar juga tetap memantau perkembangan seputar kemungkinan kesepakatan damai yang bisa mengakhiri perang di Ukraina.
Meskipun pembicaraan damai masih jauh dari kesepakatan yang konkret, ketegangan yang terus berlanjut di Ukraina memberikan dorongan lebih lanjut bagi investor untuk mencari aset yang lebih stabil dan aman, seperti emas.
Dampak Kebijakan Moneter Federal Reserve
Di sisi lain, kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve juga memberikan kontribusi pada pergerakan harga emas. Pembacaan yang lemah pada penjualan ritel di AS minggu lalu telah memicu spekulasi bahwa Fed mungkin akan mengurangi suku bunga dalam waktu dekat.
Penurunan suku bunga biasanya mendorong investor untuk beralih ke emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga atau dividen, tetapi sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Pedagang saat ini tengah menunggu risalah rapat Fed yang akan dirilis pada akhir minggu ini.
Risalah tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang pandangan Fed terhadap kondisi ekonomi saat ini dan apakah ada kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut.
Jika Fed memilih untuk memangkas suku bunga, ini akan semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian.
Ketidakpastian Global yang Meningkat
Selain kebijakan tarif dan suku bunga, ketidakpastian global yang semakin meningkat juga turut mendukung lonjakan harga emas.
Ketegangan antara AS dan negara-negara besar lainnya, baik dalam hal perdagangan maupun geopolitik, menciptakan ketidakstabilan yang membuat investor lebih cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang lebih aman.
Peningkatan ketegangan di wilayah-wilayah seperti Ukraina, Timur Tengah, dan Asia Pasifik, serta potensi konflik ekonomi dan perdagangan lebih lanjut, meningkatkan ketidakpastian yang mendorong lonjakan permintaan terhadap emas.
Keamanan yang dirasakan oleh emas sebagai aset yang tidak tergantung pada kebijakan negara tertentu membuatnya menjadi pilihan yang sangat menarik dalam waktu yang penuh ketidakpastian ini.
Prospek Masa Depan Harga Emas
| Harga Emas di Aceh Hari Ini 21 April 2026 Beragam: Banda Aceh Turun Tipis, Abdya Stabil |
|
|---|
| Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Turun Tipis, 21 April 2026 Dijual Segini per Mayam |
|
|---|
| Update Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini, 20 April 2026 Naik atau Turun per Mayam? |
|
|---|
| Harga Emas di Abdya Bertahan, Segini Pasaran 19 April 2026 |
|
|---|
| Update Harga Emas di Aceh: Langsa Turun Rp100 Ribu, Lhokseumawe dan Banda Aceh Justru Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-harga-emas-naik.jpg)