Breaking News

Berita Luar Negeri

Netanyahu: 'Gerbang Neraka' Akan Terbuka Jika Hamas Tidak Membebaskan Semua Sandera

Netanyahu memberi peringatan bahwa "gerbang neraka" akan terbuka jika Hamas tidak membebaskan semua sandera.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
X @IsraelPM
PERTEMUAN PEMIMPIN NEGARA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri) bertemu Presiden AS, Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa, (4/2/2025) waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Netanyahu memberikan pager berlapis emas kepada Donald Trump, yang diyakini merujuk pada operasi sabotase rahasia Israel terhadap Hizbullah. 

Menteri Rubio juga memuji rencana tersebut sebagai sesuatu yang baru, sesuatu yang sejujurnya membutuhkan keberanian dan visi untuk menyusunnya. 

“Rencana ini mungkin mengejutkan dan mencengangkan banyak orang, tetapi yang tidak dapat dilanjutkan adalah siklus yang berulang dan berakhir di tempat yang sama,” paparnya,.

Disis lain, Perdana Menteri Netanyahu mengatakan tidak ada masalah yang dibahas pada 16 Februari yang lebih penting daripada Iran.

"Israel dan Amerika Serikat bersatu melawan ancaman dari Iran. Kami sepakat bahwa (Iran) tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir. Kami juga sepakat bahwa pengaruh Iran di kawasan itu harus dihalau," kata Netanyahu.

Netanyahu mengatakan bahwa operasi militer Israel telah melemahkan "poros perlawanan" Iran di kawasan tersebut, dan menekankan bahwa dengan dukungan Trump, Israel "bisa dan akan menyelesaikan tugasnya."

Sementara itu, Rubio mengatakan bahwa Iran harus bertanggung jawab penuh atas masalah yang terjadi di Timur Tengah.

“Iran adalah kekuatan destabilisasi terbesar di kawasan ini. "ran berada di balik setiap kelompok teroris, di balik setiap tindakan kekerasan, 

di balik setiap aktivitas yang mengganggu stabilitas, di balik segala hal yang mengancam perdamaian dan stabilitas bagi jutaan orang di seluruh kawasan," tuduh menteri luar negeri AS.

Rubio juga menekankan bahwa Iran yang memiliki senjata nuklir “tidak akan pernah terjadi”, seraya menambahkan bahwa Presiden Trump juga sudah sangat jelas mengenai masalah tersebut.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved