Berita Luar Negeri
Dunia 24 Jam: Xi Jinping Kumpulkan Para Pembisnis, AS Tak Dukung Kemerdekaan Taiwan, Jerman Rayu AS
Ditengah memanasnya perang dagang, Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan dengan para pembisnis besar negara itu.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Yeni Hardika
Dunia 24 Jam: Xi Jinping Kumpulkan Para Pembisnis, AS Tak Dukung Kemerdekaan Taiwan, Jerman Rayu AS
SERAMBINEWS.COM - Dalam 24 jam terakhir, Selasa (18/2/2025), dunia diwarnai oleh perkembangan geopolitik ditengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dengan negara besar lainnya.
Ditengah memanasnya perang dagang, Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan dengan para pembisnis besar negara itu.
Xi Jinping dikatakan sedang mendorong para pemimpin bisnis untuk memperluas bisnis mereka di dalam negeri dan internasional, di tengah meningkatnya perang teknologi AS-China.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Hal itu ditandai dengan dihapusnya pernyataan di bagian "lembar fakta" situs webnya yang menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Sorotan utama lainnya adalah Jerman hanya akan mengirim pasukan ke Ukraina jika AS juga menurukankan pasukan penjagaannya di sana.
Pernyataan itu muncul saat AS mendesak Eropa untuk mengambil alih tanggung jawab atas keamanan di Ukraina setelah konflik berakhir.
Berikut sorotan dunia dalam 24 jam:
1. Xi Jinping bertemu dengan para pemimpin bisnis besar
Presiden Cina Xi Jinping pada Senin (17/2/2025) memimpin konferensi yang dihadiri oleh para pemimpin bisnis terkemuka Cina seperti Alibaba, Huawei, Xiaomi, BYD dan lainnya.
Konferensi ini diadakan untuk memahami pemikiran dan aspirasi perusahaan swasta.
Xi dikatakan sedang mendorong para pemimpin bisnis swasta untuk memperluas bisnis mereka di dalam negeri dan internasional, di tengah meningkatnya perang teknologi AS-Tiongkok.
Konferensi ini juga hadir saat platform kecerdasan buatan (AI) China, DeepSeek, sedang membuat gebrakan besar di AS.
Xi telah lama menekankan bahwa Tiongkok perlu mencapai swasembada dalam semikonduktor dan ingin negara tersebut menggunakan AI untuk mendorong pembangunan ekonomi.
Namun, upaya pengembangan teknologi tinggi China terhambat oleh kontrol ekspor chip dari AS.
| Pengakuan Trump Usai Penembakan: "Andai Tahu Jabatan Presiden Berbahaya, Saya Tidak Calonkan Diri" |
|
|---|
| Detik-Detik Presiden Trump Nyaris Jadi Sasaran Penembakan, Pelaku Serbu Ruang Dansa di Gedung Putih |
|
|---|
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-China-Xi-Jinping-berjabat-tangan-dan-berbincang-dengan-pengusaha.jpg)