Breaking News

Tambang

Warga Lhoong Kembali Keluhkan Aktivitas Tungku Bakar Tembaga PT LSM, Ancam Keselamatan & Lingkungan

Dia mengatakan, gas tersebut merupakan suatu gas tidak berwarna yang sangat beracun. Sebab selain mudah terbakar juga memiliki karakteristik berbau bu

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Jonizar, mantan Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Lhoong (IPPEMAL). 

Laporan Indra Wijaya I Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Masyarakat Lhoong kembali mengeluhkan aktivitas tungku bakar di Eriction Smelter milik PT Lhoong Setia Mining yang mengeluarkan bau busuk dan mengancam keselamatan masyarakat setempat.

Jonizar yang merupakan warga Lhoong mengatakan, akibat pembakaran biji besi tersebut mengeluarkan gas Hidrogen Sulfida (H2S). 

Dia mengatakan, gas tersebut merupakan suatu gas tidak berwarna yang sangat beracun. Sebab selain mudah terbakar juga memiliki karakteristik berbau busuk yang tidak sedap dan aroma menyengat.

"Ini yang menjadi konsumsi kami warga Lhoong setiap hari ketika ada aktifitas tungku bakar bahan tambang tembaga (Cu2S) di Smelter milik PT. Lhoong Setia Mining," katanya pria yang akrab disapa Bang Jon tersebut kepada Serambinews, Kamis (20/2/2025).

Baca juga: Buntut Demo Warga, Komisi III DPRA Akan Lakukan Inspeksi ke PT LSM di Lhoong Aceh Besar

Jonizar yang juga mantan Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Lhoong (IPPEMAL) mengatakan, tanaman produktif masyarakat sekitar juga ikut mati akibat aktivitas pembakaran biji besi tersebut.

Dikatakan, hidrogen sufida itu bukan sahabat masyarakat Lhoong. Sebab jika terpapar setiap hari, ditakutkan masyarakat yang berada sekitar tambang akan keracunan. Mereka menakutkan, akibat terlalu banyak menghirup gas tersebut, mereka akan didiagnosis terkena ISPA.

"Padahal yang sebenarnya terjadi disebabkan dari bahan kimia yang di produksi oleh Di PT LSM. Karena mereka jelas-jelas tidak mengambil pusing dan mereka hanya mengambil keuntungan Semata di Lhoong dan mengabaikan keselamatan msayarakat dan lingkungan," keluhnya.

Seperti yang terjadi di pegunungan di daerah Gampong Jantang dan Gampong Geunteut. Unsur kimia tersebut juga berdampak buruk dan menghantui msyarakat Lhoong.

Kata Jonizar, mereka berharap Gubernur Aceh Muzakir Manaf juga Bupati Aceh Besar Muharram Idris atau lebih dikenal Syeh Muharram, agar mengambil suatu kebijakan terhadap keluhan masyarakat Lhoong terkait PT Lhoong Setia Mining.

"Kami juga meminta kepada Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Besar, untuk ke depan ketika Eriction PT.Lhoong Setia Mining melakukan pembakaran bahan tembaga dengan tungku bakarnya agar sudi kiranya mengirim utusan dari pihak pemerintah untuk tinggal di Lhoong," ungkapnya.

"Khususnya untuk pihak atau instansi yang terlibat dalam proses perizinan termasuk di dalamnya adalah izin Amdal supaya mereka dapat merasakan kenikmatan bagaimana rasanya setiap hari menghirup asap beracun itu," pungkasnya.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved