Berita Pidie

Anggota DPRK Pidie Minta Disdik Terapkan Pembelajaran Selama Ramadhan Lebih Dekat Nilai  Agama Islam

Menurut Politisi dari Pantai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahwa dalam penerapan program PBM dimaksud, maka Disdikbud dapatlah memerankan

Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
ANGGOTA DEWAN - Anggota DPRK Pidie, Siti Hawa menjelaskan soal pembelajaran selama Ramadhan. 

Menurut Politisi dari Pantai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahwa dalam penerapan program PBM dimaksud, maka Disdikbud dapatlah memerankan 

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Siti Hawa meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten setempat untuk melakukan penerapan efisiensi jam belajar secara maksimal selama bulan suci Ramadhan 1446 H.

Termasuk juga dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama secara maksimal demi peningkatan karakter.

"Selaku anggota Komisi V yang membidangi Pendidikan, maka selaku instansi terkait yaitu Disdikbud dapat memastikan Proses Belajar Mengajar (PBM) diberbagai jenjang pendidikan baik dasar dan mengah pertama perlu penerapan jam belajar secara maksimal," sebut Siti Hawa kepada Serambinews.com,  Minggu (2/3/2025).

Menurut Politisi dari Pantai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bahwa dalam penerapan program PBM dimaksud, maka Disdikbud dapatlah memerankan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan efektif serta optimal.

Sebab menyangkut persoalan ini juga sebagaimana dengan Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor tahun 2025, Nomor 2 tahun 2025, dan Nomor 400.1/320/SJ telah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada 20 Januari 2025
tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1446 H/2025 M.

Jadi, dalam SEB itu dengan jelas dimaksud lewat tujuh ketentuan.

Di antararanya, mengatur pembelajaran tetap berlangsung di sekolah sejak 6 sampai 25 Maret 2025.

Karenanya, edaran tersebut juga tertera peran masing-masing yaitu peran Pemerintah Daerah dan peran orang tua/wali dalam menjalankan dan mengawal proses pembelajaran.

"Momentum Ramadhan yang merupakan Syahrul Qur'an ini juga bisa dijadikan untuk mendekatkan diri dengan Al Qur'an sekaligus bentuk dukungan dan realisasi program Bupati dan wakil  Bupati Pidie terpilih periode 2025-2030 yaitu gerakan One Day One Ayat,"ujarnya. 

Disebutkan juga,  dalam momentum bulan seribu berkah ini,  maka kepada peserta didik dapat diberikan PBM dengan nuansa keislamn yang kental.

"Ketimbang larut dengan Gadget yaitu bermain game atau hal-hal lain yang tiada manfaat sama sekali,"ujarnya. 

Ditambahkan Ummi sapan akrab Siti Hawa itu bahwa peserta didik pada tingkat SD dan SMP merupakan tingkat estafet atau harapan yang tentunya mereka lebih cerdas dalam menguasai berbagai pendidikan penunjang.

"Artinya, tidak hanya cerdas secara akademisi doang, akan tetapi mereka kokoh dala  karakter dalam spiritual. 

Jadikan momentum bulan suci Ramadhan ini untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam pendidikan formal,"demikian Siti Hawa.  (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved