Perang Gaza
Hamas Tuntut AS Hentikan Dukungan terhadap Penjahat Perang Netanyahu
Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk melaksanakan perjanjian yang ditandatangani dalam tiga tahap, dan kami telah berulang kali mengumumkan kes
SERAMBINEWS.COM - Kelompok Palestina telah mendesak pemerintah AS untuk bertindak lebih seperti mediator netral dalam proses gencatan senjata.
"Kami menyerukan kepada pemerintah AS untuk menghentikan bias dan keberpihakannya kepada rencana fasis penjahat perang Netanyahu, yang menargetkan rakyat kami dan keberadaan mereka di tanah mereka," kata Hamas dalam sebuah pernyataan panjang seperti dikutip dari Al JAzeera, Minggu.
“Kami menegaskan bahwa semua proyek dan rencana yang mengabaikan rakyat kami dan hak-hak yang telah ditetapkan atas tanah mereka, penentuan nasib sendiri, dan pembebasan dari pendudukan pasti akan gagal dan kalah.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk melaksanakan perjanjian yang ditandatangani dalam tiga tahap, dan kami telah berulang kali mengumumkan kesiapan kami untuk memulai negosiasi pada tahap kedua perjanjian tersebut," katanya.
Israel blokir masuknya semua barang dan pasokan ke Gaza
Kantor Netanyahu baru saja mengeluarkan pernyataan tentang langkah tersebut, menurut Ynet News.
Pernyataan itu berbunyi: "Dengan berakhirnya fase pertama kesepakatan penyanderaan, dan mengingat penolakan Hamas untuk menerima garis besar Witkoff guna melanjutkan perundingan – yang disetujui Israel, Perdana Menteri Netanyahu telah memutuskan bahwa mulai pagi ini semua masuknya barang dan pasokan ke Jalur Gaza akan dihentikan.
Baca juga: Hamas Sebut Keputusan Israel Blokir Bantuan ke Gaza sebagai Pemerasan Murahan
“Israel tidak akan mengizinkan gencatan senjata tanpa pembebasan sandera kami. Jika Hamas terus menolak, akan ada konsekuensi lebih lanjut.”
Netanyahu dan pemerintahannya telah memutuskan untuk memblokir masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setelah berakhirnya tahap pertama kesepakatan gencatan senjata, menurut penyiar Saluran 14 dan Saluran 12 Israel.
“Keputusan itu dibuat berdasarkan koordinasi dengan pihak Amerika,” demikian dilaporkan Channel 14.
Belum ada komentar resmi dari perdana menteri.
Warga berbondong-bondong menolong korban serangan Israel di Gaza utara
Al Jazeera telah melihat rekaman akibat serangan pesawat tak berawak di Beit Hanoon, Gaza utara.
Video yang diverifikasi oleh kantor berita Sanad Al Jazeera itu memperlihatkan sekelompok orang berlari ke arah korban di area yang dipenuhi puing-puing. Satu orang, yang tampak berlumuran darah dan meninggal, terlihat dibawa pergi dengan selimut.
Seorang pria lain, juga berlumuran darah dan lemas, dibaringkan di dalam selimut. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, serangan itu menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai sejumlah orang lainnya yang tidak diketahui jumlahnya.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-kiri-mengunjungi-koridor-Netzarim-di-Jalur-Gaza.jpg)