Opini

Keumamah, Sumber Antibiotik Alami

ACEH, provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia dikenal dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah.

Editor: mufti
IST
Periskila Dina Kali Kulla SPd MSc, Dosen Prodi S1 Farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia 

Periskila Dina Kali Kulla SPd MSc, Dosen Prodi S1 Farmasi Universitas Ubudiyah Indonesia

ACEH, provinsi yang terletak di ujung barat Indonesia dikenal dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Salah satu harta karun kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh adalah ikan keumamah. Hidangan tradisional ini tidak hanya terkenal karena cita rasanya yang unik, tetapi juga karena daya simpan yang lama, menjadikannya pilihan utama dalam berbagai acara. Di balik rasanya yang lezat dan gurih, ikan keumamah ternyata juga menyimpan potensi luar biasa yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat, yaitu sebagai sumber antibiotik alami.

Dalam penelitian terbaru yang penulis lakukan berfokus pada isolasi bakteri asam laktat (BAL) dari ikan keumamah. Bakteri ini dikenal memiliki banyak manfaat, termasuk perannya dalam proses fermentasi dan kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Salah satu bakteri patogen yang menjadi perhatian adalah escherichia coli, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk infeksi saluran pencernaan. Dengan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik konvensional, pencarian sumber antibiotik alami menjadi semakin penting, dan ikan keumamah bisa menjadi jawabannya.

Keunikan keumamah

Ikan keumamah adalah ikan tuna yang telah melalui proses pengawetan dengan cara pengeringan. Proses ini tidak hanya membuat ikan lebih tahan lama, tetapi juga memberikan rasa yang khas. Ikan keumamah sering disajikan dalam berbagai hidangan, baik sebagai lauk maupun sebagai bahan utama dalam masakan tradisional Aceh. Ikan keumamah juga sering disebut ikan kayu karena teksturnya keras seperti kayu.

Karena sifatnya yang awet, ikan keumamah dapat disimpan dalam jangka waktu lama, bahkan sering dijadikan menu andalan pada masa Perang Aceh dahulu. Dengan produksi ikan tuna yang mencapai 7.903 ton per tahun di Aceh, potensi untuk mengembangkan produk berbasis ikan keumamah sangat besar.

Namun, meskipun ikan keumamah sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Aceh, banyak orang yang belum menyadari bahwa ikan ini juga dapat berfungsi sebagai sumber kesehatan. Penelitian menunjukkan bahwa ikan keumamah mengandung bakteri asam laktat yang berperan penting dalam proses fermentasi. Bakteri ini tidak hanya membantu dalam pengawetan makanan, tetapi juga memiliki sifat antimikroba yang dapat melindungi diri dari infeksi.

Bakteri asam laktat

Dalam penelitian ini, penulis melakukan isolasi bakteri asam laktat dari ikan keumamah menggunakan teknik dilusi dan inokulasi pada media agar MRS yang telah ditambahkan dengan CaCO3. Hasil isolasi menunjukkan bahwa beberapa isolat BAL memiliki aktivitas antimikroba yang signifikan. Salah satu isolat, IK5, menunjukkan zona hambat terbesar terhadap Escherichia coli, yaitu sebesar 11,3 mm. Ini adalah temuan yang sangat menggembirakan, mengingat meningkatnya masalah resistensi antibiotik yang menjadi tantangan global saat ini.

Bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus, Enterococcus, dan Leuconostoc, yang berhasil diisolasi dari ikan keumamah, memiliki potensi untuk digunakan dalam pengembangan produk pangan yang lebih sehat. Selain itu, bakteri ini juga dikenal memiliki sifat probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Dengan memanfaatkan ikan keumamah yang kaya akan BAL, kita dapat menciptakan produk pangan yang tidak hanya enak tetapi juga menyehatkan. Bakteri asam laktat memiliki banyak manfaat kesehatan. Mereka dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan berpotensi mengurangi risiko beberapa penyakit. Dalam konteks ikan keumamah, keberadaan BAL dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Dengan mengonsumsi ikan keumamah yang kaya akan bakteri ini, kita tidak hanya menikmati cita rasa yang lezat, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatan yang berharga.

Ikan keumamah, sebagai salah satu produk olahan ikan yang kaya akan bakteri asam laktat (BAL), memiliki berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Salah satunya sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Ikan keumamah merupakan sumber protein yang sangat baik. Protein adalah nutrisi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh termasuk untuk kesehatan otot, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, penggunaan bakteri asam laktat dalam pengawetan makanan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan pengawet kimia yang sering digunakan dalam industri pangan. Ini sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan penggunaan bahan-bahan alami dalam produk pangan. Dengan mempromosikan ikan keumamah sebagai sumber antibiotik alami, kita dapat mendorong masyarakat untuk lebih memilih produk yang sehat dan alami.

Untuk mengoptimalkan potensi ikan keumamah sebagai sumber antibiotik alami, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Pemerintah, akademisi, dan industri harus bekerja sama untuk mengembangkan produk berbasis ikan keumamah yang tidak hanya menarik secara komersial tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui penelitian lebih lanjut, pengembangan produk, dan kampanye pemasaran yang efektif.

Sebagai dosen di program studi farmasi, penulis percaya bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri sangat penting. Kita perlu mengedukasi masyarakat tentang manfaat kesehatan dari ikan keumamah dan pentingnya mengonsumsi produk pangan yang alami. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat mendorong permintaan akan produk berbasis ikan keumamah, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para nelayan dan pelaku usaha lokal.

Tantangan dan peluang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved