Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Timur

Elegi Petani Timun Suri, Berharap Untung Justru Buntung di Ramadhan Kali Ini, Begini Kisahnya

Akibat kondisi tersebut, Mustafa dan istrinya terpaksa menghentikan perawatan tanaman mereka dan pasrah dengan kerugian yang dialami. 

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
FOTO IST
PETANI TIMUN SURI - Petani timun suri, Mustafa bersama Muspika Indra Makmu saat berada di ladang timun suri yang gagal panen, kawasan Gampong Alue Ie Mirah, Aceh Timur, Jumat (7/3/2025). Mustafa kehilangan pendapatan hingga Rp 20 juta, gara-gara cuaca ekstrim yang membuat timun suri gagal panen. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI – Ramadhan tahun ini menjadi masa sulit bagi petani timun suri atau timun wah di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur

Sebut saja mama petani timun suri itu Mustafa.

Biasanya ia meraup keuntungan hingga Rp 20 juta, selama bulan suci Ramadhan.

Namun kali ini, Mustafa harus pasrah akibat gagal panen yang disebabkan faktor cuaca.

Mustafa adalah seorang petani di Gampong Alue Ie Mirah, yang menjadi salah satu yang terdampak anomali cuaca. 

Dari lahan seluas 10 rante yang ditanami timun suri sejak dua bulan lalu, ia tak bisa memanen satu buah pun. 

Mustafa mengungkapkan, bahwa kegagalan ini terjadi karena perubahan cuaca yang ekstrim.

"Saat awal tanam, hujan turun selama sebulan penuh hingga membuat tanah menjadi terlalu padat,” cerita dia. 

“Setelahnya, musim panas datang dan membuat batang serta buah tidak berkembang," ujar Mustafa.

Akibat kondisi tersebut, Mustafa dan istrinya terpaksa menghentikan perawatan tanaman mereka dan pasrah dengan kerugian yang dialami. 

Padahal, beber dia, setiap Ramadhan sebelumnya, mereka mampu menghasilkan keuntungan antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, dari hasil penjualan timun suri.

Menanam timun suri dua bulan sebelum Ramadhan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi petani di Aceh, termasuk Mustafa yang telah melakukannya selama lebih dari 17 tahun.

Buah ini menjadi salah satu menu khas berbuka puasa yang paling dicari masyarakat.

Keuchik Alue Ie Mirah, Romi Syahputra berharap, ada perhatian dari pemerintah agar tradisi ini tetap terjaga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved