Berita Aceh Timur
Elegi Petani Timun Suri, Berharap Untung Justru Buntung di Ramadhan Kali Ini, Begini Kisahnya
Akibat kondisi tersebut, Mustafa dan istrinya terpaksa menghentikan perawatan tanaman mereka dan pasrah dengan kerugian yang dialami.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Ramadhan tahun ini menjadi masa sulit bagi petani timun suri atau timun wah di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.
Sebut saja mama petani timun suri itu Mustafa.
Biasanya ia meraup keuntungan hingga Rp 20 juta, selama bulan suci Ramadhan.
Namun kali ini, Mustafa harus pasrah akibat gagal panen yang disebabkan faktor cuaca.
Mustafa adalah seorang petani di Gampong Alue Ie Mirah, yang menjadi salah satu yang terdampak anomali cuaca.
Dari lahan seluas 10 rante yang ditanami timun suri sejak dua bulan lalu, ia tak bisa memanen satu buah pun.
Mustafa mengungkapkan, bahwa kegagalan ini terjadi karena perubahan cuaca yang ekstrim.
"Saat awal tanam, hujan turun selama sebulan penuh hingga membuat tanah menjadi terlalu padat,” cerita dia.
“Setelahnya, musim panas datang dan membuat batang serta buah tidak berkembang," ujar Mustafa.
Akibat kondisi tersebut, Mustafa dan istrinya terpaksa menghentikan perawatan tanaman mereka dan pasrah dengan kerugian yang dialami.
Padahal, beber dia, setiap Ramadhan sebelumnya, mereka mampu menghasilkan keuntungan antara Rp 15 juta hingga Rp 20 juta, dari hasil penjualan timun suri.
Menanam timun suri dua bulan sebelum Ramadhan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi petani di Aceh, termasuk Mustafa yang telah melakukannya selama lebih dari 17 tahun.
Buah ini menjadi salah satu menu khas berbuka puasa yang paling dicari masyarakat.
Keuchik Alue Ie Mirah, Romi Syahputra berharap, ada perhatian dari pemerintah agar tradisi ini tetap terjaga.
| Warga Pucok Alue Barat Terobos Pendopo Laporkan Karut-Marut Jadup |
|
|---|
| Polres Aceh Timur Salurkan 14 Ton Bibit Jagung untuk Petani Korban Banjir |
|
|---|
| Lifting Perdana 2026, 45 Ribu Barel Kondensat Blok A Dikirim via Terminal Pangkalan Susu |
|
|---|
| Bantah Rampas Lahan Warga, PT Bumi Flora Tegaskan Legalitas HGU dan Rekam Jejak Kompensasi |
|
|---|
| Lansia Pengidap Pikun di Aceh Timur Ditemukan Terapung di Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/20250307tmn.jpg)