Ramadhan 2025

Tingkatkan Kualitas, SMA Negeri 1 Matangkuli Berbagi Ilmu Ramadhan

menghadirkan narasumber Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Khairuddin SPd MPd, serta Keynote Speaker

Editor: Nur Nihayati
IST
KADIS PENDIDIKAN ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis 

menghadirkan narasumber Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Khairuddin SPd MPd, serta Keynote Speaker

SERAMBINEWS.COM - Bukan hanya pembelajaran yang harapannya memberi dampak peningkatan karakter berakhlak mulia bagi siswa di Aceh.

Komunitas Belajar SMA Negeri 1 Matangkuli juga melakukan pemberdayaan peningkatan kapasitas bagi guru yang diikuti oleh pendidik se Aceh.

Melalui kegiatan video conference dengan menggunakan platform zoom, Kombel Gemar SMA Negeri 1 Matangkuli berbagi pengetahuan dan praktik baiknya kepada seluruh guru di Aceh dengan tema kegiatan, Berbagi Ta’jil Ilmu Ramadan (Tiram) 1446 H.

Kegiatan Tiram 1446 H berlangsung selama dua hari yaitu 5 dan 6 Maret 2025 pada pagi hari menghadirkan narasumber Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Khairuddin SPd MPd, serta Keynote Speaker Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara, Marthunis ST DEA.

Dalam pembukaan kegiatan, Marthunis menjelaskan betapa pencegahan dan penanganan kekerasan termasuk perundungan menjadi fokus bersama dalam membuat satuan pendidikan aman dan nyaman.

Mengutip intisari Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 133 – 134, Marthunis mengungkapkan bahwa kekerasan itu merupakan anti tesis ketaqwaan.

“Orang yang taqwa tidak lekas marah, menahan emosi, mudah memaafkan.

Jika gagal mengelola emosi, maka akan timbul kekerasan yang menjadi cikal bakal perundungan di satuan pendidikan.

Maka kegiatan ini di bulan Ramadan sangat relevan. Bulan Ramadan merupakan bulan mendidik ketaqwaan,” ungkapnya.

Sementara Khairuddin yang menjadi narasumber kegiatan ini memaparkan teknik saluran pelaporan perundungan dan kekerasan melalui aplikasi digital.

Sehingga diyakini melalui saluran ini akan menjadi kanal tertutup yang dapat melindungi pelapor, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terpadu melalui pelindungan korban dan pelapor serta membina pelaku.

“Banyak korban kekerasan enggan melaporkan karena saluran untuk melapor terlelu terbuka, misal melapor pada wali kelas, guru piket dan sebagainya, sehingga mereka akan terancam.

Guru selama dua hari dilatih untuk membuat pelaporan berbasis digital dan skema penanganan yang edukatif,” jelas Khairuddin.

Ketua Panitia Kegiatan, Rizki Aulia SPdI melaporkan peserta yang tidak hanya dari Aceh Utara, namun juga dari berbagai daerah di Aceh mengikuti Tiram 1446 H.

“Semoga peserta kegiatan dapat mengimbaskan di daerah masing-masing terutama di sekolahnya sendiri, sehingga satuan pendidikan menjadi tempat yang didambakan siswa,” tutupnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved