Minggu, 26 April 2026

Berita Bireuen

Bendungan Irigasi Hagu Peudada Bireuen Hancur Diterjang Banjir

Bangunan pintu air bendungan irigasi Hagu di Desa Hagu, Peudada Bireuen, Sabtu (8/3/2025) malam hancur diterjang luapan air sungai Krueng Peudada

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
BENDUNGAN RUSAK - Bendungan irigasi Hagu, Peudada Bireuen rusak dihantam banjir, Minggu (9/3/2025). 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bangunan pintu air  bendungan irigasi Hagu di Desa Hagu, Peudada Bireuen, Sabtu (8/3/2025) malam hancur diterjang luapan air sungai Krueng Peudada. 

Kerusakan kali ini cukup parah dan pintu air utama dan sekeliling beton bendungan ikut hancur jatuh ke
dalam bendungan. 

Informasi hancurnya bangunan tersebut disampaikan Kalak BPBD Bireuen, Afwadi BA melalui Rakjab, Minggu (9/3/2025).

Ditambahkan,  banjir di Peudada selain rusaknya bendungan juga terjadi banjir mencakup  Desa Meunasah Pulo, Desa Meunasah Baroh dan Desa Hagu, puluhan warga sempat mengungsi dan bendungan irigasi Hagu ambruk dan rusak berat.

Amatan Serambinews.com, Senin (10/3/2025), bangunan utama pintu air sudah ambruk ke dalam bendungan, sekeliling bendungan juga tergerus derasnya air sungai.

Baca juga: Kakak Beradik Terseret Banjir, Rina Meninggal Sang Kakak belum Ditemukan

Pintu air hanya satu lagi yang masih utuh bagian atas, bagian bawah juga sudah rusak. 

Areal bendungan memang terlihat semakin luas, namunpintu utama sudah ambruk ke dalam waduk tampungan air, tinggal satu pintu lagi masih utuh bagian atas. 

Informasi diperoleh, bangunan irigasi Hagu tersebut sudah berusia 20 tahun lebih dan banyak rusak.

Dua tahun lalu, bendung pancur irigasi Hagu juga hancur dan sampai sekarang belum ditangani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bendungan beton bendung pancur irigasi Hagu di Desa Hagu, Peudada Bireuen jebol dihantam luapan banjir Krueng Peudada, Sabtu (27/1/2024) malam. 

Sepanjang 25 meter lebih beton bendungan patah, jebolnya bendungan tersebut berdampak kepada 1.000 hektare sawah tidak bisa ditanami sejak saat itu sampai sekarang. 

Dampaknya 1.000 hektare lebih sawah yang sudah ditanam padi tidak lagi mendapatkan suplai air irigasi. (*)

Baca juga: Banjir Landa 6 Kecamatan di Bireuen, Puluhan Rumah Tergenang, 2 Remaja Putri Terseret Arus, 1 Hilang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved