Rabu, 22 April 2026

Ramadhan 2025

Tidur Saat Berpuasa Bernilai Ibadah? ISAD Aceh: Puasa Bukan untuk Malas-malasan

" yang dimaksud tidur bernilai ibadah adalah tidur untuk istirahat dari ibadah dan untuk melanjutkan ibadah,”

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Eddy Fitriadi
Tangkap Layar Youtube Serambinews.
SERAMBI RAMADHAN - Pengurus ISAD Aceh, Tgk Alwy Akbar Al Khalidi SH MH menjadi narasumber dalam program ‘Serambi Ramadhan’ yang ditayangkan di Youtube Serambinews, Jumat (14/3/2025). Program yang mengangkat tema "Meluruskan Makna Hadis Tidur Orang Puasa Bernilai Ibadah”, dipandu oleh host Agus Ramadhan. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hadis yang menyebutkan bahwa tidur saat berpuasa adalah ibadah sering kali dijadikan alasan bagi sebagian orang untuk bermalas-malasan selama bulan Ramadhan

Hadis ini diriwayatkan oleh Baihaqi, “Tidurnya orang puasa adalah ibadah”.

Namun selama ini, hadis tersebut banyak diamalkan oleh sejumlah orang karena dinilai sebagai ibadah.

Padahal salah satu adab dalam menjalankan puasa adalah tidak memperbanyak tidur alias bermalas-malasan.

Hal itu disampaikan oleh Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Alwy Akbar Al Khalidi SH MH dalam program ‘Serambi Ramadhan’ edisi Jumat (14/3/2025), bertepatan 14 Ramadhan 1446 H.

“Ada salah satu perawi yang bernama Ma’ruf bin Hasan yang menanggap hadis ‘tidurnya orang puasa adalah ibadah’ adalah dhaif atau lemah,”

“Meskipun dhaif, kita dapat mengambil motivasi bahwa yang dimaksud tidur bernilai ibadah adalah tidur untuk istirahat dari ibadah dan untuk melanjutkan ibadah,” jelasnya.

Program yang mengangkat tema "Meluruskan Makna Hadis Tidur Orang Puasa Bernilai Ibadah", dipandu oleh host Agus Ramadhan.

Program kerja sama Serambi Indonesia dengan ISAD Aceh, yang didukung Bank Aceh Syariah dan Kyriad Muraya Hotel Aceh, tayang setiap hari pukul 15.00 WIB selama bulan Ramadhan.

Tgk Alwy menjelaskan, sebagian masyarakat mengamalkan hadis ini sebagai pembenaran, dengan maksud untuk bersikap malas-malasan dan banyak tidur saat menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Padahal, hadis ini tidak dipahami secara harfiah begitu saja.

“Ayo kita berfikir bahwa ini bukan hadis shahih melainkan hadis dhaif atau lemah. Sehingga kita tidak bisa menjadikan hadis ini sebagai patokan dalam melaksanakan ibadah,”

“Maka jangan jadikan puasa ini untuk bermalas-malasan,” terang Almuni Dayah Mini Aceh ini.

Ia menjelaskan, puasa berbeda dengan ibadah lain seperti shalat, zakat, atau haji. Orang yang melaksanakan ibadah puasa tidak dituntut untuk melakukan sesuatu sebagaimana ibadah lain. 

Lain dari ibadah shalat, zakat, atau haji yang mengandung gerakan aktif, ibadah puasa tidak menuntut gerakan aktif, tetapi justru gerakan pengendalian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved