Ramadhan 2025
Mengapa Harus Memperbanyak Doa di Penghujung Ramadhan? Ini Keutamaannya
Pengurus ISAD Aceh sekaligus Dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu, Tgk Burhanuddin SPdI MA jelaskan kenapa mesti banyak berdoa di penghujung Ramadhan.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM - Ramadhan 1446 Hijriah sudah memasuki pertengahan.
Artinya saat ini sudah memasuki sepuluh hari fasi kedua atau hanya sekitar enam hari lagi sudah memasuki 10 hari terakhir fase ketiga atau terakhir.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah fase paling istimewa untuk beribadah dan berdoa, terutama karena adanya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak doa, terutama doa memohon ampunan.
Waktu-waktu mustajabah seperti sahur, antara azan dan iqamah, serta saat berbuka puasa menjadi momen terbaik untuk berdoa.
Dengan memperbanyak doa di penghujung Ramadhan, kita berharap mendapatkan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Baca juga: Bolehkah Istri Bayar Zakat Fitrah karena Penghasilan Suami Pas-pasan? Begini Jawaban UAS
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Burhanuddin SPdI MA mengatakan, dalam Ramadhan terdapat tiga fase yakni rahmat, maghfirah dan itqun minnar (pembebasan dari api neraka).
Hal itu disampaikannya dalam program Serambi Ramadhan bertajuk 'Penghujung Ramadhan, Perbanyaklah Doa' bekerja sama antara ISAD Aceh dan Bank Aceh Syariah di Studio Serambinews dipandu Jurnalis Serambi Indonesia, Sara Masroni pada Kamis (13/4/2023) bertepatan dengan 22 Ramadhan 1444 Hijriah.
"Tamsilan dari fase ini seolah sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi babak pamungkas atau babak final dari seluruh rangkaian ibadah selama sebulan penuh," jelas Tgk Burhan yang juga Dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu itu.
Namun demikian, fase ini bukan berarti akhir dari perjalanan ibadah setiap mukmin, justru menjadi awal dari perjalanan baru untuk menapaki surga dan keridhaan Allah Swt.
"Maka teruslah memohon kepada Allah agar seluruh rangkaian ibadah kita diterima, diberkahi dan mendapatkan ampunan serta rahmat-Nya," jelas Tgk Burhan.
Dalam Quran Surah Al-Baqarah ayat 185-186, Allah Swt menggambarkan karakter orang-orang yang bertanya tentang-Nya, Allah pun menjawab bahwa sesungguhnya Allah dekat, maka berdoalah niscaya akan dikabulkan.
Baca juga: Bagaimana Hukum Berpuasa dalam Keadaan Berjunub? Simak Penjelasan Tgk Salman dalam Serambi Ramadhan
"Jumhur ulama menjelaskan, secara eksplisit ayat ini dikesankan bahwa tema berdoa menjadi bagian dari ibadah Ramadhan," jelas Tgk Burhan.
Terlebih di sepuluh malam terakhir, terdapat suatu malam yang sangat agung, yaitu malam Lailatul Qadar.
"Di mana kita tahu bahwa malam itu merupakan malam diturunkannya Al-Quran yang terdapat keutamaan seperti beribadah selama seribu bulan," jelas Tgk Burhan.
"Tentunya setiap mukmin yang cerdas tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini," tambahnya.
Mengenai malam Lailatul Qadar, dijelaskan bawah Ummul Mukminin pernah bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai kapan waktunya.
Rasulullah menjawab, ada di malam-malam ganjil sepuluh terakhir, lalu Aisyah bertanya lagi kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?
Baca juga: Tgk Mustafa Husen Woyla Jelaskan Makna Keihklasan dan Keridhaan dalam Bincang Serambi Ramadhan
Beliau bersabda: Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. (Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku). Hadits Riwayat At Tirmidzi, 3513.
"Melalui hadits inilah, kita dianjurkan memperbanyak berdoa, terutama dengan lafadz doa tersebut," jelas Tgk Burhan.
"Sungguh di masyarakat kita pun doa ini sering dibaca di sela-sela tarawih, tinggal diperbanyak saja membaca di waktu yang lain," tambahnya.
Waktu Berdoa
Banyak ulama menjelaskan, terdapat beberapa waktu-waktu mustajabah yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak berdoa, berharap dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepada Allah Swt.
Di antara waktu-waktu mustajabah itu adalah hari Jum'at, antara azan dan iqamah, setelah shalat fardhu, saat berpuasa dan berbuka serta di waktu sahur.
"Khususnya di waktu sahur ini, merupakan waktu yang memiliki keutamaan tersendiri pula," jelas Tgk Burhan.
Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Begini Sejarah Tarawih dan Pengamalannya di Berbagai Belahan Dunia
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ditulis dalam Kitab Shahih Bukhari Muslim.
"Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, 'Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).
Baca juga: Bincang Serambi Ramadhan - Inilah Sejarah Tarawih dan Pengamalannya di Berbagai Belahan Dunia
Sementara Imam Nawawi menjelaskan, waktu sahur merupakan waktu tersebarnya rahmat, permohonan hamba yang dikabulkan dan juga penyempurnaan nikmat.
"Doa yang paling agung di waktu sahur adalah memperbanyak memohon ampunan kepada Allah Swt dengan beristigfar," jelas Tgk Burhan.
"Semoga Ramadhan penuh berkah ini Allah jadikan kita sebagai orang-orang yang bertakwa dan orang beruntung, karena telah mensucikan diri dari segala keburukan dan kejahatan," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ILUSTRASI-BERDOA-RAMADHAN2.jpg)