Senin, 11 Mei 2026

Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu, Bertahan Hidup di Rumah Anyaman Bambu, Hidup Sangat Sengsara

Di rumah tersebut, Adib sekeluarga bersama 15 anak yang dia rawat menghabiskan waktunya untuk kegiatan bersama.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
KISAH BOCAH JOS - Glensius Okta Ombas (12) sedang berdiri di depan rumah Bapak Tuanya, Aloisius Patut, yang berdinding pelupuh bambu, saat pulang sekolah di Kampung Bugis, Kelurahan Ranaloba, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT, Jumat, (14/3/2025). Ayah dan ibunya sudah meninggal. 

Apalagi, ia tidak memiliki penghasilan tetap.

Ia seorang petani yang bekerja serabutan untuk menghasilkan uang.

"Sebagai kepala keluarga, saya memiliki tanggungan lima orang di rumah, termasuk Jos."

"Jadi, saya bisa membantu Jos untuk menanggung uang sekolahnya kalau saya mendapatkan uang."

"Selain itu, saya juga membiayai pendidikan dua anak kami yang sedang mengenyam pendidikan di sekolah dasar," ujar dia.

Aloisius menyampaikan bahwa rumahnya sangat tidak layak dan sangat sederhana.

Dengan ukuran 4x5 meter, berdinding pelupu bambu, beratap seng, serta berlantai semen.

Jika banjir, air bisa masuk ke dalam rumah.

"Saya berharap ada pihak yang bisa membantu biaya hidup Jos serta uang sekolahnya."

"Sebab saya juga memiliki tanggung jawab terhadap dua anak kami yang sedang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar."

"Saya tidak memiliki penghasilan tetap. Penghasilan saya berasal dari kerja serabutan."

"Selama ini, kami tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan kami juga belum terdaftar sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Kami hidup sangat sengsara," tuturnya.

Baca juga: Kisah Perselingkuhannya Difilmkan,Norma Ungkap Hubungannya dengan Ibu: Biar Orang Terdekat yang Tahu

Aloisius menyampaikan bahwa pada Rabu (12/3/2025), Jos dikunjungi Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suyanto, bersama Ketua Bhayangkari untuk membawa bantuan kemanusiaan di masa bulan Ramadhan.

"Mereka membawa sembako dan biaya uang komite untuk Jos yang sedang mengenyam pendidikan di SDK Bugis," katanya.

Kompas.com menjumpai Jos, Jumat (14/3/2025), yang baru pulang sekolah dengan berpakaian olahraga sekolah, memakai sepatu, serta memikul tas yang berisi buku tulis dan pena.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved