Kisah Pilu Bocah Yatim Piatu, Bertahan Hidup di Rumah Anyaman Bambu, Hidup Sangat Sengsara
Di rumah tersebut, Adib sekeluarga bersama 15 anak yang dia rawat menghabiskan waktunya untuk kegiatan bersama.
Jika hanya ada tempe tahu, maka itu yang mereka konsumsi.
Selasa (11/3/2025) pagi, satu di antara anak asuh Adib, yakni Yusefa Nuryanto mengatakan, mereka sahur dengan mie instan bersama ke-15 temannya.
"Kalau di sini makan seadanya saja, habis makan kami beribadah subuh, terus ngaji," kata Yusefa.
"Setelah itu masuk sekolah belajar, nanti pulang asar, habis itu istirahat dan dilanjutkan ngaji lagi," imbuhnya.
Adib mengatakan, ke-15 anak asuhnya merupakan anak-anak yang berasal dari kaum dhuafa, namun masih menjalankan pendidikan.
Tujuan Adib saat ini untuk memberikan rumah singgah bagi mereka agar bisa sekolah dengan tenang.
"Mereka tinggal di sini gratis, cuma ya makan seadanya. Kalau ada rezeki dikit, saya bagikan ke mereka," ungkap Adib, mengutip Tribun Jateng.
Adib merupakan pengajar harian di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Mijen.
Selain itu dirinya juga terkadang bekerja serabutan untuk menambah penghasilan.
Dalam sebulan, dirinya menghasilkan kisaran ratusan ribu rupiah.
Tentu saja jika dilogika, dengan uang seminim itu akan sangat sulit menghidupi banyak orang dalam satu atap.
Namun rezeki tak hanya datang dari penghasilannya saja, saat ini sudah bertahun-tahun lamanya Adib masih bertahan dengan kondisi itu.
"Saat ini alhamdulillah ada donatur yang ikut bantu."
"Sebelumnya, saya pernah sampai menjual emas kawin milik istri saya, dia juga ridho."
"Sampai sekarang belum kebeli kembali," ucap Adib.
Baca juga: Gubernur Aceh Tutup MTR, Musabaqah Ajang Pembentukan Karakter Islami Generasi Muda Aceh
Baca juga: AKBP Fajar Tak Hanya Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Diduga juga Terlibat Perdagangan Orang
Baca juga: Update Donasi untuk Palestina, Berikut Daftar Penyumbang Sementara, Minggu 16 Maret 2025
Sudah tayang di TribunJatim dan Kompas.com
| Bupati Bireuen Tegaskan Bantuan Korban Banjir Harus Utuh tanpa Pemotongan |
|
|---|
| 3 Motif Pembunuhan Mertua di Mojokerto: Cemburu, Jeratan Utang Rentenir, hingga Merasa Direndahkan |
|
|---|
| Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Dekat Kawah Gunung Dukono, Tertimbun Abu dan Batu Besar |
|
|---|
| Fakta Menantu Bunuh Mertua dan Aniaya Istri di Mojokerto, Berawal dari Paket COD, Terungkap Motifnya |
|
|---|
| Anak 11 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan, Buruh Harian di Aceh Barat Diamankan Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Glensius-Okta-Ombas-12-sedang-berdiri-di-depan-rumah-Bapak-Tuanya.jpg)