Serambi Ramdhan

Tinggalkan Hal Tak Manfaat saat Puasa

Sayangnya, banyak orang terjebak dalam kebiasaan yang tidak bermanfaat bahkan memboroskan waktu, sehingga mengurangi nilai ibadah mereka.

Editor: mufti
YOUTUBE SERAMBINEWS
Pengurus ISAD Aceh, Tgk Saiful Hadi, MA saat menjadi narasumber dalam program khusus 'Serambi Ramadhan' yang disiarkan secara langsung di YouTube Serambinews, Minggu (24/3/2024), dipandu oleh Jurnalis Serambi, Yeni Hardika. 

Betapa besar ganjaran yang diberikan Allah bagi mereka yang memanfaatkan waktu subuh dengan baik. TGK SAIFUL HADI, Guru Dayah Aman Lubuk

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puasa di bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan momen untuk meningkatkan produktivitas dan memperbanyak ibadah. 

Sayangnya, banyak orang terjebak dalam kebiasaan yang tidak bermanfaat bahkan memboroskan waktu, sehingga mengurangi nilai ibadah mereka.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengerjakan hal-hal yang bermanfaat. Dalam hadits ke-18 dari Matan Arbain Nawawi, beliau bersabda: "Di antara yang termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (HR Tirmidzi)

Hadits ini mengandung makna mendalam tentang bagaimana seorang muslim seharusnya menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran akan waktu dan aktivitas yang bermanfaat. Hal itu dikatakan oleh Ir Tgk Saiful Hadi MT yang merupakan guru Dayah Darul Aman Lubuk, juga beraktifitas sebagai pengajar di Program Studi Arsitektur UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan merupakan pendiri upsekil.comyang merupakan platform belajar desain arsitektur, dalam program podcast “Serambi Ramadhan” yang tayang secara live pada Senin (17/3/2025), dipandu oleh Presenter Serambi Indonesia, Siti Masyithah.

Sebagai informasi, Serambi Ramadhan merupakan progam khusus yang dihadirkan Harian Serambi Indonesia Group, bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dan didukung oleh Bank Aceh Syariah serta Kyriad Muraya Hotel Aceh. 

Progam yang tayang setiap hari selama Ramadhan pukul 15.00 WIB ini menyajikan berbagai pembahasan bertema Ramadhan yang disampaikan oleh tengku dayah hingga akademisi berbasis santri atau alumni dayah di Aceh.

Tgk Saiful Hadi mengatakan, ada beberapa hal yang dapat memboroskan waktu saat puasa dan sebaiknya dihindari. Yang pertama, terlalu banyak tidur. Tidur memang dianjurkan agar tubuh tetap segar saat berpuasa, tetapi jika berlebihan hingga melewatkan waktu produktif seperti shalat dhuha, membaca Al-Qur’an atau bekerja. 

Ada beberapa waktu yang sebaiknya dihindari untuk tidur, salah satunya adalah setelah shalat subuh hingga terbitnya matahari. Waktu ini merupakan saat terbukanya pintu rezeki dan penuh dengan keberkahan, sehingga lebih baik dimanfaatkan untuk beribadah atau memulai aktivitas yang bermanfaat.

Selain itu, tidur setelah masuk waktu shalat ashar juga sebaiknya dihindari karena diyakini dapat mengurangi daya aktif akal. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri.” (HR. Ad-Dailami)

Meski hadits ini dihukumi dhaif, tetapi tetap relevan dalam konteks fadla’il al-a’mal (perbuatan keutamaan) dan dapat menjadi pengingat agar kita tidak tidur sembarangan.

Tidur setelah isya sebelum melaksanakan shalat malam juga dapat mengurangi kesempatan untuk beribadah lebih banyak. Waktu malam seharusnya diisi dengan qiyam al-lail, dzikir, dan doa, yang merupakan amalan utama bagi seorang muslim.

Sebaliknya, waktu tidur yang dianjurkan dalam Islam adalah qailulah, yaitu tidur siang sejenak. Tidur qailulah dianjurkan sebelum atau sesudah waktu shalat dhuhur sebagai persiapan agar tubuh lebih segar, dan dapat melaksanakan qiyam al-lail dengan lebih baik di malam hari.

Tgk Saiful Hadi melanjutkan, kedua menghabiskan waktu dengan hal yang tidak produktif. Banyak orang menghabiskan waktu dengan menonton film, scrolling media sosial, mengobrol tanpa tujuan yang jelas, menghabiskan waktu untuk belanja  atau bermain game dalam waktu lama.

Jika tidak dikontrol, aktivitas ini bisa mengurangi waktu ibadah dan produktivitas. Sebaiknya, gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat seperti mengikuti kajian online, membaca buku Islami, atau berdiskusi ilmu dengan keluarga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved