Perang Gaza
Hamas: Serangan Israel terhadap Gaza sudah Direncanakan Sebelumnya
Berbicara dalam pertemuan tersebut, Meshaal mengatakan Israel melanjutkan perang untuk memulihkan citranya sebagai kekuatan regional utama, bukan untu
Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen dari mereka yang terbunuh selama periode ini adalah anak-anak, wanita, dan orang tua, yang menyoroti bahwa pendudukan terus menargetkan warga sipil secara langsung sebagai bagian dari tindakan genosida sistematis.
Kantor media menyatakan bahwa agresi brutal ini mencerminkan niat yang disengaja dari pendudukan untuk melanjutkan kejahatan genosida terhadap rakyat Gaza, dengan dukungan Amerika.
"Kami mengutuk keras pembantaian yang dilakukan oleh pendudukan terhadap warga sipil yang tidak berdaya dan menyerukan kepada pemerintah dunia dan organisasi hak asasi manusia untuk mengecam kejahatan ini dan mengambil tindakan segera untuk menghentikannya. Kami juga mendesak orang-orang bebas di seluruh dunia untuk turun ke jalan dalam protes massal terhadap agresi brutal ini," bunyi pernyataan tersebut.
“Kami menganggap pendudukan Israel dan pemerintah AS sepenuhnya bertanggung jawab atas pembunuhan massal dan pembersihan etnis yang terus berlanjut terhadap rakyat kami. Namun, agresi ini tidak akan mengintimidasi kami atau menghancurkan ketahanan kami.”
Menteri Keamanan Israel Perintahkan Penyitaan Wilayah Tambahan di Gaza
Menteri Keamanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa ia memerintahkan penyitaan lebih banyak tanah di Gaza, tiga hari setelah "Israel" menghancurkan perjanjian gencatan senjata di jalur tersebut dan melanjutkan serangannya terhadap wilayah Palestina.
Menteri Keamanan memerintahkan pasukan Israel untuk merebut lebih banyak tanah dari Gaza dengan cara menggusur paksa penduduk Palestina, selain memperluas zona keamanan di wilayah terkepung Gaza dengan dalih melindungi pemukim dan tentara Israel.
Hamas menanggapi pengumuman Katz dengan mengatakan, "Ancaman Zionis yang berulang untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka menunjukkan besarnya krisis yang dihadapi pemerintahan penjahat perang Netanyahu," dan menekankan bahwa "rakyat Palestina akan menggagalkan semua upaya pengusiran paksa atau sukarela, dan kami katakan dengan tegas: Tidak ada migrasi kecuali ke al-Quds."
Dalam konteks yang sama, The Washington Post melaporkan bahwa mediator Qatar dan Mesir sedang mendorong dimulainya kembali gencatan senjata dan perjanjian gencatan senjata baru, mengutip seorang pejabat Mesir.
Hal ini terjadi saat entitas Israel meluncurkan kembali perangnya di Gaza, menewaskan ratusan warga sipil dan melukai lebih dari seribu orang setelah secara sengaja menghalangi perjanjian gencatan senjata dan memilih untuk menentang ketentuan-ketentuannya.
Katz secara eksplisit mengancam Gaza dengan genosida
“Bagi warga Gaza, ini adalah peringatan terbaru... Serangan angkatan udara terhadap Hamas hanyalah langkah pertama. Apa yang terjadi selanjutnya akan jauh lebih sulit, dan Anda harus membayar harganya secara penuh. Evakuasi penduduk dari zona perang akan segera dimulai lagi. Jika semua warga Israel yang diculik tidak dibebaskan dan Hamas tidak dipaksa keluar dari Jalur Gaza, Israel akan bertindak dengan kekuatan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya,” kata Katz dalam pidato langsung kepada warga Gaza pada 19 Maret.
Pernyataan tersebut menandakan eskalasi lebih lanjut dalam serangan brutal pendudukan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan membuat sebagian besar penduduk daerah kantong itu mengungsi.
Katz juga mendesak warga Gaza untuk mengikuti saran mantan Presiden AS Donald Trump, dengan menyatakan bahwa kepatuhan terhadap tuntutan Israel dapat mengarah pada “pilihan” alternatif bagi mereka, termasuk pemindahan paksa dari Gaza secara permanen.
"Kembalikan mereka yang diculik dan singkirkan Hamas, maka pilihan lain akan terbuka bagi Anda, termasuk perjalanan ke bagian lain dunia. Alternatifnya adalah kehancuran total dan kehancuran total," tambahnya.
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gaza-lkhjkl.jpg)