Sabtu, 11 April 2026

Perang Gaza

Hamas: Serangan Israel terhadap Gaza sudah Direncanakan Sebelumnya

Berbicara dalam pertemuan tersebut, Meshaal mengatakan Israel melanjutkan perang untuk memulihkan citranya sebagai kekuatan regional utama, bukan untu

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/flash90
SERANGAN KE GAZA - Serangan militer Israel di Jalur Gaza telah berlanjut untuk hari keempat saat pasukan daratnya menyerbu Gaza utara dan selatan dan menteri pertahanan Israel mengancam akan merebut tanah di daerah kantong pantai tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Kepala Gerakan Perlawanan Islam Hamas di Luar Negeri, Khaled Meshaal, mengatakan Israel melanjutkan perang di Gaza sebagai bagian dari agenda yang direncanakan sebelumnya yang didukung oleh AS untuk memastikan supremasi regional Tel Aviv.

Hal ini disampaikan selama rapat Zoom yang diselenggarakan oleh Koalisi Global untuk Mendukung Yerusalem dan Palestina kemarin, yang difokuskan pada perkembangan terkini di Gaza dan wilayah tersebut serta upaya untuk memulihkan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Berbicara dalam pertemuan tersebut, Meshaal mengatakan Israel melanjutkan perang untuk memulihkan citranya sebagai kekuatan regional utama, bukan untuk memberikan tekanan pada Hamas agar membebaskan lebih banyak tahanan dari Gaza seperti klaimnya.

Saat fajar pada Selasa, Israel melancarkan serangan udara baru di Gaza yang menewaskan lebih dari 400 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya, dalam hari serangan paling mematikan sejak Oktober 2023.

Meshaal mengatakan pendudukan Israel menargetkan sejumlah pejabat dan pemimpin Hamas di Gaza, beserta keluarga mereka, pada Selasa dini hari, menewaskan seluruh keluarga.

Meshaal menjelaskan bahwa desakan Israel untuk menunda tahap kedua perundingan gencatan senjata menunjukkan niatnya untuk fokus hanya pada pemulihan tahanannya tanpa menghentikan perang, mengubah Gaza menjadi zona tak bernyawa, dan dengan demikian melaksanakan proyek pemindahan.

Baca juga: Gaza dan Bukti Perang Bisa Beradab

Ia mencatat bahwa Hamas dipaksa untuk melanjutkan perundingan guna memenuhi tugasnya terhadap rakyat Palestina dan menghentikan pertumpahan darah.

“Komitmen awal pendudukan (Israel) terhadap perjanjian gencatan senjata, khususnya terkait pertukaran tahanan, adalah karena mereka dipaksa untuk memulangkan sejumlah tahanan, bukan karena mereka adalah entitas yang bermoral atau manusiawi. Sebaliknya, mereka secara konsisten melanggar perjanjian, protokol kemanusiaan terkait masuknya truk bantuan, tenda, dan karavan, serta menahan masuknya peralatan medis, berat, dan bahan bakar ke Gaza.”

Terkait penolakan Hamas atas rencana utusan AS Steve Witkoff untuk memperpanjang tahap pertama perjanjian gencatan senjata selama 50 hari, Meshaal mengatakan Israel ingin memeras Hamas melalui usulan ini dengan memulangkan para tahanannya, tanpa membahas persyaratan tahap kedua, yakni ketenangan yang berkelanjutan dan penarikan penuh pendudukan [Israel] dari Jalur Gaza.

“Pendudukan (Israel) ingin berunding dengan perlawanan mengenai masa depan Gaza, administrasinya, dan persenjataannya, setelah memastikan bahwa perlawanan telah kehilangan kartu tekanannya, yaitu para tahanan Israel,” katanya.

Dalam 72 Jam, Serangan Israel di Gaza Tewaskan 591 Orang dan melukai lebih dari 1.000 Orang 

Sekitar 591 warga Palestina tewas dan 1.042 lainnya terluka dalam 72 jam terakhir setelah Israel meluncurkan kembali kampanye pengeboman gencarnya di Jalur Gaza yang terkepung, kata Kantor Media Pemerintah.

Sejak Selasa dini hari, tentara pendudukan Israel telah melakukan puluhan pembantaian di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Serangan udara yang gencar telah langsung menyasar rumah-rumah warga sipil tanpa peringatan sebelumnya, yang mengakibatkan tewasnya 591 warga Palestina dan cederanya 1.042 orang lainnya yang berhasil mencapai fasilitas medis. 

Masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan, karena tim penyelamat tidak dapat menyelamatkan mereka karena kurangnya bahan bakar atau peralatan pemulihan yang memadai.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved