Ramadhan 2025

Ini Amalan Ringan Berpahala Besar, Terutama Saat Ramadhan, Sebaliknya Jangan Upload Menu Berbuka

Dalam tausiah sekitar 34 menit itu, alumnus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UINSU, Medan ini menyebutkan beberapa amalan ringan. 

Penulis: Idris Ismail | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 
RAMADHAN MUBARAK - Dai muda, Tgk H Akhyar Gade MA, mengisi tausiah Subuh Ramadhan Mubarak di Masjid Agung Al-Falah, Kota Sigli, Pidie, Kamis (20/3/2025). 

Dalam tausiah sekitar 34 menit itu, alumnus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UINSU, Medan ini menyebutkan beberapa amalan ringan

Laporan Idris Ismail I Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dai muda, Tgk H Akhyar Gade MA, mengisi tausiah Subuh Ramadhan Mubarak di Masjid Agung Al-Falah, Sigli, Pidie, Kamis (20/3/2025) bertepatan 20 Ramadhan 1446 Hijriah. 

Dalam tausiah sekitar 34 menit itu, alumnus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UINSU, Medan ini menyebutkan beberapa amalan ringan

Namun, pahalanya besar, sehingga paling efektif dilakukan untuk mencari rahmat Allah SWT dalam bulan suci Ramadhan. 

Misalnya, memberi makan orang berpuasa, yang pahalanya sama seperti orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.

Kemudian membuang duri atau ranjau di jalan, menambal lubang jalan.

"Menerima curhat orang kesusahan dan lalu memberikan solusi. Bagi orang kaya atau mampu, melunasi utang kerabat yang sudah terjerat juga merupakan amalan yang sangat baik," katanya. 

Baca juga: Buka Musrenbang dan Kick Off Penyusunan RPJMD Pidie 2025-2029, Ini Kata Wabup dan Kepala Bappeda

Selain itu, juga berupaya menyelamatkan aib rekan dari celaan hingga berbicara baik agar orang yang mendengarnya menyenangkan. 

"Inti dari kehidupan hakikatnya  menghadirkan diri kita menjadi bermanfaat bagi lingkungan," ujarnya. 

Bahkan, yang tak banyak disadari di era digital saat ini, kata Ustaz ini, banyak orang sekarang mengupload menu makanan berbuka yang lezat-lezat di media sosial atau medsos.

Ketika dilihat oleh orang mampu dan berkeinginan, maka dia sanggup untuk membelinya. 

Sedangkan orang duafa yang tak sanggup membelinya, ia sangat tersiksa melihat postingan tersebut, sehingga menjadi dosa bagi yang upload. 

Alumnus dayah Mudi Mesra Samalanga ini menambahkan intinya ketika seseorang sudah berpulang ke Rahmatullah nanti, jangan sampai meninggalkan perangai buruk semasa hidup yang menzalimi orang lain. 

Melainkan meninggalkan kesan sebaliknya. (*) 

Baca juga: Sang Ibu Sakit hingga Meninggal Saat Dirinya Berkasus, Nunung Ngaku Belum Kuat untuk Ziarah

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved