Senin, 4 Mei 2026

Kesehatan

Kenapa Perempuan Lebih Sulit Tidur Nyenyak? Ini Penyebab dan Solusinya

Dengan memahami faktor biologis dan emosional yang mempengaruhi tidur, kualitas tidur dapat diperbaiki.

Tayang:
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
Freepik
WANITA TIDUR - Ilustrasi seorang wanita yang sedang ketiduran saat kerja - Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi perempuan yang sering merasa tertekan secara fisik maupun emosional. 

SERAMBINEWS.COM - Tidur nyenyak adalah kebutuhan dasar setiap orang untuk memulihkan energi, mengistirahatkan tubuh, dan menjaga kesehatan mental.

Namun, bagi banyak perempuan, tidur yang nyenyak sering kali menjadi sebuah tantangan. Apakah Anda salah satu dari mereka?

Jika iya, Anda tidak sendirian. Menurut Vishal Dasani, Certified Sleep & Recovery Coach, ada beberapa faktor yang membuat perempuan lebih sulit tidur lelap dibandingkan pria.

Pada perayaan World Sleep Day yang digelar di The Westin Jakarta pada Jumat (14/3/2025), Vishal menjelaskan bahwa perbedaan pola tidur antara perempuan dan laki-laki tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan atau gaya hidup.

Tetapi Vishal juga mengatakan hal ini dipengaruhi oleh faktor biologis dan emosional yang sangat spesifik, dan berikut faktor faktor yang mempengaruhi tidur yang dilansir dari Kompas.

1. Pengaruh Siklus Menstruasi dan PMS

Setiap bulan, perempuan menghadapi siklus menstruasi yang tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mengganggu kualitas tidur.

Baca juga: Wanita Haid Tetap Bisa Ibadah, Ini Amalan Raih Malam Lailatul Qadar, Buya Yahya: Jangan Tidur!

Sebelum menstruasi dimulai, banyak perempuan yang mengalami sindrom pramenstruasi (PMS).

Saat fase ini, suhu tubuh perempuan cenderung meningkat, membuat tubuh terasa lebih panas dan sulit untuk tidur lelap.

Menurut Vishal, "Suhu tubuh yang lebih tinggi saat PMS dapat membuat tidur menjadi terputus-putus, dan proses tidur yang lelap menjadi lebih sulit dicapai."

Selain itu, selama menstruasi, banyak perempuan yang merasakan kram perut atau rasa sakit lainnya, mirip dengan efek setelah mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah banyak.

Hal ini tentu saja memengaruhi kenyamanan saat tidur dan bisa membuat tidur menjadi lebih gelisah.

2. Beban Mental dan Emosional

Namun, masalah tidur nyenyak bagi perempuan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis. Beban mental dan emosional juga menjadi penghalang utama.

Baca juga: Sering Dilanda Kantuk Tapi Tak Bisa Tidur Siang Saat di Kantor? Coba Terapkan Teknik Pernapasan

Banyak perempuan yang menjalani peran ganda seperti sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja.

Tuntutan untuk menjalani kedua peran ini secara bersamaan sering kali menyebabkan stres dan tekanan mental yang cukup berat.

"Peran ganda ini memberikan beban secara mental dan emosional yang besar. Jika tidak diatur dengan baik, beban ini dapat mengganggu kualitas tidur," kata Vishal yang dikutip dari Kompas.

Terlebih lagi, ibu pekerja diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor dengan baik tanpa mengabaikan kewajibannya di rumah.

Hal ini sering kali membuat pikiran perempuan tetap aktif meskipun tubuh mereka sudah sangat lelah.

Akibatnya, tidur yang seharusnya menjadi waktu untuk memulihkan energi, justru menjadi waktu yang penuh kecemasan dan ketegangan.

Baca juga: Tidur Siang Disarankan Tak Lebih 30 Menit, Ternyata Ini Alasannya

Solusi untuk Mengatasi Masalah Tidur

Vishal mengungkapkan bahwa meskipun ada perbedaan pola tidur antara pria dan wanita, hal ini bukan berarti masalah tidur pada perempuan tidak bisa diatasi.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi perempuan yang sering merasa tertekan secara fisik maupun emosional.

Langkah pertama yang disarankan adalah berbicara dengan pasangan untuk mendapatkan dukungan.

Berbagi perasaan dan mencari solusi bersama bisa membantu mengurangi beban mental yang ada.

Selain itu, sangat penting bagi perempuan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri atau yang sering disebut "me-time".

Ini adalah waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, menenangkan, dan memberi kebahagiaan pribadi.

Baca juga: Tidur Saat Berpuasa Bernilai Ibadah? ISAD Aceh: Puasa Bukan untuk Malas-malasan

Baik itu dengan berolahraga, berkumpul dengan teman, atau sekadar melakukan hobi yang disukai, waktu untuk diri sendiri dapat membantu meredakan stres dan memperbaiki kualitas tidur.

Meskipun perempuan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mendapatkan tidur nyenyak, bukan berarti hal ini harus diterima begitu saja.

Dengan memahami faktor biologis dan emosional yang mempengaruhi tidur, serta melakukan langkah-langkah pengaturan yang tepat, kualitas tidur dapat diperbaiki.

(Serambinews.com/Gina Zahrina)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved