Opini

Andai Islam Bersatu Bebaskan Palestina

Keyakinan akan kemenangan dan doa adalah hal penting yang ditekankan agama.Bertepatan dengan ini, di berbagai belahan dunia telah menetapkan setiap ha

Editor: mufti
IST
M Syukur Hasbi, Dosen Luar Biasa UIN Ar Raniry Banda Aceh 

M Syukur Hasbi, Dosen Luar Biasa UIN Ar Raniry Banda Aceh

APA yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara muslim Palestina? Ini adalah pertanyaan umum masyarakat kita atas kekejaman pembunuhan massal (genosida) oleh zionis Israel. Tentu saja banyak peran yang bisa dilakukan. Doa, sebagai senjata orang-orang mukmin termasuk salah satu yang berperan besar.

Pada hari-hari akhir bulan mulia yang doanya dikabulkan Allah Swt ini, doa dan teriakan kehancuran zionis Israel perlu terus digemakan. Keyakinan akan kemenangan dan doa adalah hal penting yang ditekankan agama.Bertepatan dengan ini, di berbagai belahan dunia telah menetapkan setiap hari jumat akhir Ramadhan sebagai hari Al-Qud internasional. Hari Quds Sedunia ini adalah hari internasional tahunan untuk menyatakan dukungan kemerdekaan Palestina dan menentang pendudukan Israel di wilayah Palestina. Bagi bangsa besar seperti Yaman, hari Jumat tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah shalat Jumat semata.

Shalat jumat juga dimaknai sebagai shalat politik untuk menyadarkan umat muslim atas musibah yang menimpa saudaranya di Palestina. Makanya, tidak heran setiap selesai shalat jumat, jutaan rakyat Yaman bersatu padu turun ke jalan sambil meneriakkan kehancuran Israel, serta Amerika selaku penyokong utama pembantaian terhadap rakyat Palestina. Kita meyakini, teriakan yang ikhlas karena Allah swt, merupakan doa.
Peringatan Hari Al Quds sedunia ini perlu dimaknai sebagai bentuk perlawanan antara kebenaran dan kebatilan. Bentuk perlawanan antara keadilan dan kezaliman. Teriakan 'matilah Israel' tidak hanya dimaknai sebagai harinya Palestina, tapi hari umat Islam dunia untuk kehancuran zionis Israel. Ini juga menjelaskan bahwa umat Islam tidak diam atas ketidakadilan dan perampokan akan tanah airnya.

Gerakan perlawanan pada hari Al Quds ini juga untuk menggagalkan upaya kekuatan global untuk melupakan masalah Palestina. Selama perang “Topan Aqsa”, gelombang demonstrasi anti zionis Israel ini tidak hanya terjadi di dunia Islam saja, tapi sudah merambah ke warga dunia. Dengan ini, muslim Palestina merasa bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Kalah perang

Hingga saat ini, pembunuhan massal terhadap warga Palestina, terutama penduduk Gaza masih terus berlanjut. Tidak ada kezaliman dan kekejaman melebihi perilaku zionis. Kendati sudah membunuh lebih 50 ribu warga tak berdosa Palestina, namun Israel masih kalah dalam perang "Topan Aqsa" ini. Ada dua alasan mengapa Israel belum memenangkan perang ini.

Pertama, dua target perang Israel untuk melenyapkan kelompok perlawanan Palestina serta memulangkan tawanan Israel melalui jalan militer tidak berhasil. Kelompok perlawanan Palestina menegaskan bahwa apa yang gagal dicapai zionis selama perang, tidak akan dicapai juga melalui tipu daya politik.Kedua, bukti kekalahan terlihat ketika kekuatan besar dengan sokongan berbagai persenjataan menerima gencatan senjata. Setelah sempat terjadi gencatan senjata, Israel yang melanggar perjanjian tersebut, kini melanjutkan lagi perang. Satu-satunya "keberhasilan" zionis hingga kini, melakukan genosida dengan membunuh ribuan warga tanpa dosa yang didominasi wanita dan anak-anak. Berbagai analisa, baik dari dalam Israel sendiri, meyakini bahwa puncak kebiadaban zionis saat ini sebagai proses menuju kehancurannya. Lenyapnya penzalim Israel ini juga bisa dirujuk dari sumber wahyu Ilahi, Alquran. Surat al-Isra ayat 81 menegaskan bahwa kebatilan dan kezaliman tidak mungkin bertahan lama, ia akan hancur binasa.

Pertolongan Ilahi senantiasa meliputi kaum tertindas dan terzalimi. Kemenangan kebenaran dan musnahnya kezaliman merupakan salah satu prinsip sistem penciptaan yang pasti dan tidak dapat diubah. Kemenangan rakyat Gaza yang berjuang dan melawan selama ini dilandasi oleh keimanannya akan janji Allah tersebut. Kita yakin bahwa Allah akan menunjukkan kemenangan ini dalam waktu yang tidak lama lagi.

Para penafsir Alquran saat membahas kehancuran zionis Israel, biasa merujuk pada surat Al Isra. Pada ayat 4 dan 5 surat ini, Alquran menjelaskan bahwa Israel melakukan dua kali kefasikan. "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar (untuk menaklukkanmu dan mengejar para penzalim dari kamu), mereka memasuki kampung-kampung. Itulah ketetapan yang pasti terlaksana”.
Saking banyaknya kerusakan yang dilakukan di muka bumi, para penafsir Alquran berbeda pendapat tentang dua kerusakan yang telah dilakukan bani Israel. Sebagian berpendapat, dua kerusakan dan kezaliman yang dilakukan bani Israel telah terjadi sebelum munculnya Islam yang dibawakan Muhammad saw.

Kerusakan telah dilakukan bani Israel sejak nabi Musa as. Berikutnya, sepeninggal Nabi Sulaiman as, sebagian besar Bani Israil kafir dan durhaka. Kezaliman yang mereka lakukan sedemikian rupa sehingga mereka menuduh Nabi Sulaiman tidak beriman. Berdasarkan surat Al Baqarah ayat 102, ada juga yang menafsirkan kezaliman kaum Yahudi saat mempelajari sihir. Orang-orang Yahudi mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada (masa) kerajaan Sulaiman. Mereka menuduh Nabi Sulaiman as melakukan sihir, Allah lalu menurunkan ayat yang menyatakan bahwa Sulaiman itu tidak kafir, bukan pula tukang sihir.

Kemudian Allah mengasihani mereka serta memberikan mereka kekuasaan. Namun mereka kembali menebarkan kerusakan di muka bumi pada masa nabi Zakaria, Yahya dan Isa as. Mereka membunuh Nabi Yahya dan Zakaria. Bahkan bani Israel ingin membunuh Nabi Isa as, namun Allah menyelamatkannya.
Ada juga yang menjelaskan bahwa kerusakan yang dilakukan bani Israel di bumi masih terus berlanjut. Terutama setelah terjadinya perang dunia kedua, dimana penjajah Inggris ‘menghadiahkan’ tanah Palestina untuk Israel yang berserak di dunia. Bagaimanapun, kezaliman yang paling parah dilakukan Israel terlihat jelas selama ini di Palestina, teruma Gaza.

Andai Islam bersatu

Sebenarnya kehancuran pasti zionis Israel ini bisa lebih cepat terwujud andai pemimpin negara-negara Islam bersatu. Bersatu untuk melawan. Terutama negara-negara Arab yang berdekatan dengan Palestina, seperti Yordania, Mesir dan sejumlah negara lainnya. Bukan bersikap munafik atau bergandeng tangan menjalin hubungan diplomatik dengan rezim perampok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved