Rabu, 8 April 2026

Wawancara Eksklusif

Iskandar Usman Al-Falarky, Saya Jamin Keamanan Investor

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky siap menjami keamanan dan kenyamanan investor yang berniat masuk dan berinvestasi.

Editor: mufti
IST
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky 

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Falarky siap menjami keamanan dan kenyamanan investor yang berniat masuk dan berinvestasi. Al-Farlaky akan berdiri di depan untuk memastikan hal itu. Termasuk juga soal memberikan kemudahan dalam hal pengurusan administrasi. Hal itu ditegaskan Bupati Aceh Timur dalam program Podcast ‘Membedah Konsep Aceh Timur Garang' di sela kunjungannya ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Rabu (26/3/2025). Podcast tersebut dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur. Berikut petikan wawancara Pemred Serambi dengan Bupati Aceh Timur:

Membedah konsep Aceh Timur Garang. Mungkin bisa dijelaskan awal mula munculnya ide untuk memilih kata ‘Garang'?

Inspirasi garang ini dari saya sendiri. Saya saat maju pemilu legislatif (pileg), sebenarnya orang sudah mendorong saya untuk maju sebagai kepala daerah, tetapi waktu itu saya tidak begitu yakin. Saya mungkin akan melanjutkan pengabdian di DPR Aceh untuk periode ketiga. (Pilkada) Ini pertarungannya pasti. Saya juga tidak ingin ribut-ribut secara internal. Dinamikanya seperti itu.

Tapi lambat laun, saya lihat dorongan itu semakin kuat. Jadi begitu dorongan kuat, saya meski pernah menyampaikan kepada teman-teman di Aceh Timur yang terus mendesak agar maju, tapi saya sudah memikirkan konsepnya. Apa kira-kira tagline yang paling tepat kalau saya maju? Apa konsep tim pemenang yang paling tepat kalau saya maju? Jadi konsep itu sudah saya kantongi sejak waktu Pileg walaupun saya tidak maju Pilkada.

Lalu, kenapa memilih kata ‘Garang?'

Garang. Saya berpandangan begini. Ini sesuatu yang baru tentunya. Harus dengan semangat yang baru. Garang itu memiliki filosofi. Filosofinya adalah bagaimana kita memiliki semangat bangkit. Garang itu bagaimana kita ini memiliki terobosan baru. Garang itu bagaimana kita ingin menyemangati teman-teman yang lain. Nah, mari kita bergerak. ‘Beugarang', karena ‘beugarang' itu harus mulai dari diri kita, dari diri kita sendiri, tidak mungkin orang lain yang ‘peugarang'.

Jadi Aceh Timur harus bisa tampil di provinsi, di nasional. Harus. Dimanapun harus tampil. Maka saya berharap ada potensi-potensi sumber daya manusia yang akan membantu kabinet saya nanti, yang memiliki jangkauan luas, tidak hanya di kabupaten. Seorang ayam petarung itu dia tidak hanya bertarung di kandangnya, tapi bagaimana dia keluar kandang dan mampu melakukan pertarungan. Itu baru hebat. Nah, itu filosofi ‘garang'-nya.

Seorang kepala dinas misalnya mampu melakukan lobi-lobi dengan kementerian, mampu membuat proposal dengan baik, mampu berbicara dengan baik di forum-forum lokal, provinsi, dan nasional. Itu yang kita butuhkan. Kalau tidak ada seperti itu, tidak ada yang mengenal Aceh Timur. 

Apakah ada program super prioritas, misalnya dalam 100 hari kerja ini saya harus selesaikan persoalan  ini? 

Ada. Dari beberapa itu yang menjadi resume catatan saya, dalam 100 ini ada 11 poin yang harus kami lakukan. Artinya, kegiatan-kegiatan yang bisa kami lakukan dalam waktu cepat, yang tidak menguras misalnya secara finansial yang besar, itu akan segera kita tuntaskan. Karena kita tahu pemerintahan (Pemkab Aceh Timur) juga terkena imbas efisiensi anggaran yang sekitar Rp 100 miliar lebih.

Kemudian, kita juga belum duduk dengan tim untuk melakukan proses pergeseran-pergeseran yang disyaratkan oleh pemerintah. Kegiatan yang kita lakukan dari 11 item ini beberapa sudah terlaksana dengan baik. Termasuk kemarin kita melakukan peninjauan lahan untuk pembangunan rumah singgah bagi masyarakat Aceh Timur yang berobat ke Banda Aceh. Nanti akan ada rumah singgah di Banda Aceh. Jadi masyarakat Aceh Timur yang ke Banda Aceh, yang selama ini tidak punya tempat tinggal, harus menyewa hotel dengan kemampuan keuangan yang sangat kekurangan atau dia ke tempat keluarga, ke depan bisa tinggal di rumah singgah. Jadi ketika ayahnya atau ibunya dirawat di rumah sakit, dia selang-seling dengan adik atau abangnya menjaga dan yang lainnya tinggal di rumah singgah.

Rumah singgah itu akan difasilitasi dengan ambulans. Ambulans itu kita perlukan kalau ada lansia, karena rumah sakit (RSUDZA) tidak menanggung ambulans. Jadi kita fasilitasi dengan ambulans sampai ke rumah. Di rumah singgah nanti standby driver, dia yang akan mengantar hingga ke tujuan. 

Jadi itu sedang proses survei atau belum? 

Belum. Kita akan DED dulu. Kita buat DED dulu. Sementara untuk setahun ini, kita cari rumah sewa. Nanti di rumah yang kita sewa itu, ranjang kita buat, kemudian kasur, dan fasilitas lainnya. Setelah setahun DED selesai, baru kita akan bangun. Termasuk apel ASN kemarin itu masuk dalam 11 item prioritas. 

Saya melihat di video apel itu, kayak ada permasalahan yang dihadapi di Aceh Timur. Nah, kira-kira apa permasalahan terbesar yang sedang dihadapi Bupati terpilih, Bupati baru ini? 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved