Selasa, 21 April 2026

Internasional

Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar dan Thailand, Kerusakan Masif, Warga Tetap Harus Waspada Gempa Susulan!

Gempa tersebut, yang terjadi sekitar pukul 1.20 siang waktu setempat, berkekuatan 7,7 skala Richter dan mengguncang wilayah Mandalay di Myanmar.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Sakchai Lalit/Associated Press
DAMPAK GEMPA - Lokasi konstruksi gedung tinggi di Bangkok, Thailand yang roboh usai gempa Magnitudo 7,7 melanda pada Jumat (28/3/2025) waktu setempat. 

SERAMBINEWS.COM-Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mengimbau masyarakat Thailand untuk tetap tenang setelah gempa bumi besar mengguncang Myanmar pada hari Jumat, yang terasa hingga ke banyak wilayah Thailand, termasuk Bangkok.

 Ia juga menyarankan agar masyarakat terus memperbarui informasi dari sumber resmi guna menghindari misinformasi dan kepanikan yang tidak perlu.

Dalam sebuah pernyataan setelah rapat mendesak di Phuket, tempat ia sedang menghadiri konferensi pariwisata, Paetongtarn mengatakan bahwa informasi yang tepat sangat penting dalam situasi seperti ini.

 Ia menambahkan bahwa lembaga penyiaran milik negara NBT telah ditunjuk sebagai saluran resmi untuk memberikan pembaruan yang terverifikasi terkait gempa tersebut.

Ibu Paetongtarn, yang saat itu berada di Phuket, segera kembali ke Bangkok untuk terus memantau situasi dan memastikan bahwa pemerintah memberikan respons yang tepat terhadap bencana tersebut.

Namun, pemerintah Thailand belum bisa memberikan penilaian pasti tentang kerusakan yang disebabkan oleh gempa itu, meskipun banyak laporan yang datang mengenai kerusakan di berbagai daerah.

Gempa tersebut, yang terjadi sekitar pukul 1.20 siang waktu setempat, berkekuatan 7,7 skala Richter dan mengguncang wilayah Mandalay di Myanmar.

Baca juga: Begini, Cara Membuat Gambar Bergaya Studio Ghibli Hanya Dengan Deskripsi di ChatGPT!

Gempa ini juga terasa di beberapa wilayah Thailand, terutama di bagian utara, timur laut, dan tengah negara.

Salah satu kerusakan terbesar yang dilaporkan adalah runtuhnya sebuah gedung yang sedang dibangun untuk Kantor Audit Negara di Myanmar.

 Gedung setinggi 30 lantai itu ambruk, dan diperkirakan ada puluhan pekerja yang terjebak di reruntuhan bangunan tersebut.

Selain itu, laporan-laporan lain juga mengungkapkan kerusakan pada berbagai bangunan dan rumah di delapan provinsi di Myanmar, terutama di wilayah utara negara itu.

Beberapa waktu setelah gempa utama, sedikitnya enam gempa susulan terjadi, termasuk gempa kecil berkekuatan 3,3 skala Richter di distrik Pai, provinsi Mae Hong Son, yang terjadi pada pukul 2.49 siang. Gempa ini memberikan kekhawatiran tambahan bagi masyarakat, yang diimbau untuk tetap waspada.

Episentrum gempa berada sekitar 326 kilometer barat laut distrik Pang Ma Pha di provinsi Mae Hong Son, Thailand, dan sekitar 1.100 km dari Bangkok, menurut Departemen Meteorologi Thailand.

Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan, karena gempa tersebut terjadi jauh dari lautan.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Direktur Jenderal Departemen Sumber Daya Mineral, Pichit Sombatmak, menyatakan, "Gempa susulan mungkin tidak sekuat yang pertama, namun tetap bisa menyebabkan kerusakan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved