Minggu, 19 April 2026

Berita Kutaraja

Nilam Aceh Tembus Pasar Eropa, Wali Kota Illiza Ikut Lepas Ekspor 1 Ton ke Perancis

“Pengiriman Minyak Nilam kali ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh,” ujar Wali Kota.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
PELEPASAN EKSPOR NILAM – Proses pelepasan ekspor minyak nilam Aceh tujuan Prancis, di gudang PT Ugreen Aromatics International, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (13/4/2025). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aceh kembali mengekspor produk primadonanya, Nilam ke Perancis, Minggu (13/4/2025).

Pelepasan ekspor Minyak Nilam Aceh ke Prancis ini digagas oleh Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK). 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PT U Green Aromatic International dengan Maskapai Garuda Indonesia.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal ikut menghadiri dan melakukan pelepasan ekspor Minyak Nilam Aceh ke Prancis, bersama Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Ir Marwan, IPU, Kepala ARC, Ir Syaifullah Muhammad, ST, MEng, GM Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan, Kadis Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, Kadis Perhubungan Banda Aceh, Wahyudi, serta Direktur PT U Green Aromatic International, Faisal Alfarisi.

Pelepasan ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol pelepasan ekspor komoditas tersebut.

Ekspor ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kejayaan Nilam Aceh sebagai salah satu komoditas unggulan dari provinsi di ujung barat Indonesia tersebut.

Wali Kota Illiza menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya ekspor langsung dari Aceh. 

Ia mengapresiasi kerja sama lintas pihak yang memungkinkan minyak Nilam Aceh bisa menembus pasar internasional tanpa harus melalui jalur distribusi luar daerah.

 “Pengiriman Minyak Nilam kali ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh,” ujar Wali Kota.

“Sejak 2014, kita mengirimnya melalui Medan. Namun hari ini, pengiriman dilakukan langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda menggunakan pesawat kargo Garuda Indonesia,” ujar Illiza.

Ia juga menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus berkolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala dalam mendorong hilirisasi riset Minyak Nilam.

Khususnya dalam pengembangan produk turunannya seperti parfum, skincare, dan produk kosmetik lainnya.

“Dengan potensi Nilam yang besar, kami yakin Banda Aceh bisa menjadi pusat industri parfum Indonesia, bahkan dunia,” urai dia. 

“Untuk memastikan pasokan bahan baku, kita akan menjalin sinergi dengan daerah-daerah penghasil Nilam seperti Aceh Besar, Aceh Barat, Sabang, dan lainnya,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved