Perang Gaza

Mesir, Qatar Bersama AS Godok Proposal Gencatan Senjata Baru untuk Akhiri Perang Gaza

Surat kabar tersebut mengutip sumber-sumber Palestina yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Editor: Ansari Hasyim
Telegram/Brigade Al-Qassam
PEMBEBASAN SANDERA - Foto ini diambil dari publikasi Telegram Brigade Al-Qassam (sayap militer gerakan Hamas) pada Minggu (23/2/2025), memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam memamerkan senjata selama pertukaran tahanan gelombang ke-7 di Jalur Gaza pada Sabtu (22/2/2025). Pada Selasa (4/3/2025) Hamas menolak tuntutan Israel untuk demiliterisasi penuh di Jalur Gaza. 

SERAMBINEWS.COM - Surat kabar Haaretz Israel melaporkan bahwa Mesir dan Qatar bekerja sama dengan AS untuk memastikan bahwa setiap implementasi tahap lain dari kesepakatan penyanderaan akan disertai dengan negosiasi lanjutan untuk mengakhiri perang.

Surat kabar tersebut mengutip sumber-sumber Palestina yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Haaretz menambahkan bahwa Mesir telah mengusulkan agar Hamas membongkar senjata ofensifnya di bawah pengawasan Mesir untuk memberikan jaminan keamanan kepada Israel setelah penerapan perjanjian.

Baik Hamas maupun Israel tidak mengomentari laporan tersebut.

Israel telah memberlakukan blokade total terhadap Gaza dan melanjutkan perangnya pada 18 Maret setelah menuntut agar kelompok Palestina menerima persyaratan baru.

Hamas, bagaimanapun, bersikeras pada komitmen Israel untuk mengakhiri perang di Gaza guna membebaskan lebih banyak tawanan Israel yang ditahan di wilayah tersebut.

“Kami tidak akan menerima kesepakatan parsial, setelah itu pembantaian akan dilanjutkan. Kami tidak akan pecah," kata pejabat senior Hamas Mahmoud Mardawi kepada wartawan di Kairo.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved