Konflik Rusia dan Ukraina
AS dan Rusia Makin Mesra, Trump Tuding Zelensky Picu Perang Ukraina!
Pernyataan itu disampaikan Trump hanya sehari setelah serangan besar Rusia yang menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai lebih dari 117 orang di kot
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
AS dan Rusia Makin Mesra, Trump Tuding Zelensky Picu Perang Ukraina!
SERAMBINEWS.COM – Dunia dikejutkan oleh pernyataan kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara terbuka menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena ikut bertanggung jawab atas perang yang sedang berlangsung dengan Rusia.
Pernyataan itu disampaikan Trump hanya sehari setelah serangan besar Rusia yang menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai lebih dari 117 orang di kota Sumy, Ukraina, pada Minggu Palma.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa Zelensky sama-sama bersalah atas "jutaan orang yang tewas" dalam konflik, sejajar dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan mantan Presiden AS Joe Biden.
"Anda tidak memulai perang melawan seseorang yang ukurannya 20 kali lebih besar dari Anda dan kemudian berharap orang-orang memberi Anda beberapa rudal," kata Trump kepada wartawan.
Pernyataan ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak karena dianggap menyederhanakan konflik dan menyudutkan Ukraina yang selama ini menjadi korban invasi Rusia sejak Februari 2022.
“Tiga Orang Bertanggung Jawab”
Trump tidak berhenti di situ. Ia menegaskan bahwa hanya ada tiga tokoh utama yang bertanggung jawab atas jutaan korban dalam perang tersebut, meskipun secara fakta korban tewas diperkirakan berada di kisaran ratusan ribu, bukan jutaan.
"Jutaan orang tewas karena tiga orang," kata Trump. "Sebut saja Putin nomor satu, sebut saja Biden yang tidak tahu apa yang sedang dilakukannya, nomor dua, dan Zelensky."
Trump juga mengkritik sikap Zelensky yang dinilainya terlalu sering meminta bantuan militer dari negara-negara Barat.
"Zelensky selalu ingin membeli rudal. Ketika Anda memulai perang, Anda harus tahu Anda bisa menang," katanya lagi.
Hubungan Trump dan Zelensky Memanas
Hubungan antara Trump dan Zelensky memang terlihat semakin memburuk sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden tahun ini.
Ketegangan di antara keduanya memuncak saat pertemuan di Gedung Putih pada bulan Februari, di mana Trump sempat menuduh Zelensky sedang "berjudi dengan Perang Dunia Ketiga".
"Saya bilang padanya langsung, kenapa tidak negosiasi sejak awal? Kau tidak harus menyeret dunia ke ambang perang global hanya karena ego," kata Trump kala itu, menurut sumber di lingkaran dalam Gedung Putih.
AS dan Rusia Tunjukkan Sinyal Pendekatan
Di sisi lain, Trump justru terlihat mencairkan hubungan dengan Rusia. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa dirinya melakukan panggilan telepon yang "hebat" dengan Putin bulan lalu, dan bahkan menerima sebuah potret dari presiden Rusia itu sebagai hadiah.
Langkah ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai arah kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump.
"Saya pikir kita mungkin berada di ambang sesuatu yang akan sangat, sangat penting bagi dunia pada umumnya," ujar Steve Witkoff, utusan khusus Trump, dalam wawancara bersama Fox News.
Witkoff sebelumnya bertemu dengan Putin di St. Petersburg dan mengungkapkan bahwa pembicaraan mereka berlangsung hampir lima jam, membahas rencana perdamaian yang menyeluruh, termasuk:
Status lima wilayah Ukraina yang diklaim Rusia telah dianeksasi
Kesepakatan "tidak ada NATO, tidak ada Pasal 5", merujuk pada aturan aliansi militer yang menyatakan setiap anggota akan membela negara anggota lain yang diserang.
Witkoff menyebut pembicaraan itu sebagai peluang komersial dan diplomatik besar yang dapat "membentuk ulang hubungan AS-Rusia dan membawa stabilitas baru ke kawasan".
Zelensky: “Datang dan Lihat Langsung Korbannya”
Merespons sikap Trump yang semakin akrab dengan Putin dan cenderung menyalahkan Ukraina, Zelensky menyampaikan seruan langsung kepada Presiden AS itu dalam wawancara dengan program 60 Minutes di CBS.
"Tolong, sebelum mengambil keputusan apa pun, sebelum melakukan bentuk negosiasi apa pun, datanglah dan lihat orang-orang, warga sipil, prajurit, rumah sakit, gereja, anak-anak yang hancur atau tewas," kata Zelensky dengan nada emosional.
Serangan terbaru di kota Sumy yang terjadi saat Minggu Palma, menurut Zelensky, adalah serangan Rusia paling mematikan terhadap warga sipil tahun ini.
“Ini terjadi tepat di jantung kota saat orang-orang berdoa,” ujar Zelensky.
Moskow mengklaim bahwa mereka menargetkan pertemuan militer Ukraina dan menewaskan 60 tentara, tetapi tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut.
AS Tolak Resolusi PBB yang Sebut Rusia sebagai Agresor
Yang semakin memperkeruh suasana, pada bulan Februari, AS secara mengejutkan memberikan suara bersama Rusia untuk menolak resolusi PBB yang menyatakan Rusia sebagai agresor dalam perang.
Langkah ini sangat jarang terjadi dan menjadi tanda bahwa kebijakan luar negeri AS di bawah Trump berbeda drastis dari pendahulunya.
Perang yang Berakar Panjang
Konflik antara Rusia dan Ukraina sendiri tidak dimulai pada 2022, melainkan sejak tahun 2014, ketika presiden pro-Rusia di Ukraina digulingkan. Tak lama kemudian, Rusia mencaplok wilayah Krimea dan mendukung kelompok separatis di wilayah timur Ukraina.
Perang skala penuh baru terjadi pada 24 Februari 2022, dan sejak saat itu ratusan ribu orang dari kedua belah pihak telah tewas atau terluka, sementara jutaan lainnya mengungsi.
Pernyataan Trump yang menyalahkan Zelensky tidak hanya memicu kemarahan publik internasional, tetapi juga membuka babak baru dalam dinamika geopolitik global.
Dengan kedekatan Trump dan Putin yang semakin nyata, serta sikap AS yang mulai menjauh dari Ukraina, banyak pihak kini mempertanyakan komitmen Amerika terhadap perdamaian yang adil.
Jika pendekatan damai yang sedang dirintis oleh Trump dan Putin tidak mempertimbangkan kepentingan rakyat Ukraina, maka perdamaian itu sendiri bisa jadi hanya akan menjadi alat diplomasi yang menguntungkan pihak yang lebih kuat.
Baca juga: Dunia Geger! Trump Ancam Perang Dagang, Lalu Tiba-Tiba Rem Mendadak
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Perang Rusia vs Ukraina Semakin Meluas, Kini Berkecamuk di Darat dan Laut Front Timur |
|
|---|
| Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, Polandia Siaga Jet Tempur |
|
|---|
| Trump Ubah Haluan! Dukung Ukraina Rebut Krimea dan 20 Persen Wilayah yang Dikuasai Rusia |
|
|---|
| 3 Tahun Perang, Presiden Rusia & Ukraina Akhirnya Siap Bertemu 2 Pekan Lagi |
|
|---|
| Janji Damai Omong Kosong? Putin Sebut Ingin Damai, Tapi Malam Itu Juga Ukraina Dibombardir 270 Drone |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PUTIN-DAN-TRUMP-Foto-ini-diambil-pada-Jumat.jpg)