Kamis, 30 April 2026

Internasional

Dunia Geger! Trump Ancam Perang Dagang, Lalu Tiba-Tiba Rem Mendadak

Mereka menyebutnya sebagai tarif "timbal balik" maksudnya, tarif ini dikenakan karena negara lain juga mengenakan tarif terhadap barang-barang dari Am

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Facebook The White House
TARIF DAGANG AS - Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). 

Dunia Geger! Trump Ancam Perang Dagang, Lalu Tiba-Tiba Rem Mendadak

SERAMBINEWS.COM-Selama beberapa hari terakhir, Presiden Donald Trump dan timnya di Gedung Putih terus menegaskan bahwa mereka sangat serius dengan rencana untuk memberlakukan tarif tinggi terhadap puluhan negara. 

Mereka menyebutnya sebagai tarif "timbal balik" maksudnya, tarif ini dikenakan karena negara lain juga mengenakan tarif terhadap barang-barang dari Amerika.

Bahkan, mereka sempat menertawakan laporan yang muncul pada hari Selasa yang menyebutkan bahwa Trump mungkin akan menghentikan tarif tersebut selama 90 hari.

Padahal, kabar itulah yang sempat membuat pasar saham melonjak naik.

Namun, kenyataannya sekarang berbeda. Tarif tinggi yang sebelumnya direncanakan justru ditunda, meskipun ada beberapa pengecualian penting.

Rencana besar Trump untuk merombak sistem perdagangan dunia akhirnya harus ditunda.

Harapan Trump akan "zaman keemasan" industri manufaktur Amerika pun harus menunggu lebih lama lagi.

Gedung Putih kemudian mencoba menjelaskan bahwa ini memang sudah direncanakan dari awal.

 Menurut mereka, strategi sebenarnya adalah menerapkan ancaman tarif besar-besaran, lalu menekan tombol jeda, kemudian masuk ke meja perundingan dengan masing-masing negara.

“Lebih dari 75 negara sudah menghubungi kami,” kata Menteri Keuangan Scott Bessent kepada wartawan tak lama setelah pengumuman tersebut.

“Saya yakin setelah hari ini, jumlah itu akan bertambah.”

Baca juga: Perang Dagang AS-China Makin Memanas, Tarif Naik 104 Persen, Siapa yang Akan Menyerah Lebih Dulu?

 Namun pernyataan dari Gedung Putih ini dianggap banyak orang tidak terlalu mengejutkan. 

Sulit untuk mengabaikan kenyataan bahwa sebelum keputusan ini diumumkan, investor sudah panik, pasar obligasi anjlok, banyak politisi Partai Republik mengkritik, dan masyarakat umum pun banyak yang tidak setuju.

Jadi, apakah langkah Trump ini sebenarnya adalah tanda bahwa ia mundur karena tekanan, atau hanya bagian dari strategi negosiasi khas Trump yang dikenal sebagai "seni berunding"?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved