Kamis, 4 Juni 2026

Kesehatan

Waspada Stunting! Ini Daftar MPASI Super yang Direkomendasikan dr Boyke

Tak hanya mengenyangkan, MPASI harus kaya protein dan nutrisi penting yang bisa menunjang perkembangan otak serta fisik si kecil.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YT Kacamata dr Boyke
seksolog dr Boyke. 

SERAMBINEWS.COM - Stunting masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak di Indonesia. Seksolog dr Boyke Dian Nugraha mengingatkan pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat dan bergizi untuk mencegah gangguan pertumbuhan ini. 

Pemberian MPASI sebagai dukungan untuk pemenuhan asupan nutrisi pada bayi sehingga tidak mengalami stunting.

Tak hanya mengenyangkan, MPASI harus kaya protein dan nutrisi penting yang bisa menunjang perkembangan otak serta fisik si kecil.

Pentingnya memberikan MPASI juga dibenarkan oleh dr Boyke melalui kanal YouTube Sonara FM.

"Paling tidak enam bulan ASI eksklusif atau syukur-syukur bisa dua tahun, tapi ingat ya kalau sampai dua tahun juga harus diberikan makanan tambahan," kata dr Boyke dikutip Jumat (18/4/2025).

Saat usia anak enam bulan, penting diberikan MPASI pada bayi demi memenuhi asupan nutrisi, gizi seimbang dan asupan vitamin lainnya.

Baca juga: Selain Junk Food, Deretan Makanan Ini Harus Dihindari saat sedang Promil, Ini Kata Seksolog dr Boyke

"ASI memang paling bagus tapi kalau sudah 6 bulan, tentu harus diberikan makanan tambahan," lanjutnya.

Pemikiran sang ibu soal ASI saja cukup justru dapat membahayakan si kecil.

Tanpa MPASI, anak dikhawatirkan mengalami stunting.

"Karena mikirnya cukup ASI, akhirnya ankanya jadi stunting, anaknya menjadi kecil karena dikasih ASI aja dan merasa ASI-nya udah cukup, gakbisa," tegas dr Boyke.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Baca juga: Nafsuan saat Haid, Bahaya Jika Begini! Kata dr Boyke Kenapa Wanita Merasa Terangsang saat Menstruasi

Untuk itu lanjut dr Boyke, anak usia enam bulan, penting sekali diberikan MPASI.

Makanan tambahan MPASI tersebut bisa diperoleh dari bubur dan makanan yang mengandung berbagai macam vitamin dan gizi seimbang sehingga dapat mendukung tumbuh kembangnya.

"Sering kali ibu-ibu mengatakan anak saya gak mau dikasih makanan tambahan, oh gak bisa, nanti anaknya kecil.

Anak setelah usia enam bulan harus diberikan makanan tambahan, mulai dari bubur, vitamin-vitamin dan gizi yang tentunya dibutuhkan untuk perumbuhan anak tersebut," pungkasnya.

Selain Junk Food, Deretan Makanan Ini Harus Dihindari saat sedang Promil, Ini Kata Seksolog dr Boyke

Menjalani program kehamilan (promil) memerlukan perhatian khusus terhadap gaya hidup, termasuk pola makan.

Seksolog ternama dr Boyke Dian Nugraha mengungkapkan bahwa ada sejumlah jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh pasangan yang tengah merencanakan kehamilan demi meningkatkan peluang keberhasilan promil.

Baca juga: Dr Boyke Bongkar! Ini Gejala PCOS yang Diam-diam Intai Wanita, Bikin Susah Hamil Kesuburan Terganggu

Hal tersebut disampaikan dr Boyke lewat kanal YouTube Kacamata dr Boyke dilansir Serambinews.com, Kamis (17/4/2025).

dr Boyke mengatakan, menjaga pola makan adalah salah satu kunci keberhasilan program hamil. Ia menegaskan pentingnya memilih asupan yang sehat dan bergizi tinggi selama menjalani promil.

"Saya selalu tekankan, pilihlah makanan yang tinggi protein tapi rendah lemak. Hindari gorengan dan makanan bersantan jika memungkinkan, karena ini sangat memengaruhi kualitas sperma dan sel telur," jelas dr Boyke.

Lebih lanjut, ia mengingatkan untuk menjauh dari makanan cepat saji dan instan.

Menurutnya, apa yang dikonsumsi akan berdampak langsung pada kualitas keturunan.

"Ingat, makanan yang kamu konsumsi akan menjadi sperma, akan menjadi sel telur, yang nantinya dibuahi dan menjadi anak. Kalau makanannya instan, coba bayangkan kualitas anaknya akan seperti apa," pungkasnya dengan nada mengingatkan.

Dengan pola makan sehat dan seimbang, peluang keberhasilan promil pun akan meningkat.

Kunci Sukses Memiliki Keturunan dengan Cara Promil

Sebelum menjalani program hamil, biasanya dokter kandungan melakukan pemeriksaan terhadap pasutri terlebih dahulu.

Pemeriksaan tersebut meliputi analisa sperma pada pria.

Pemeriksaan obesitas untuk memastikan pasien memiliki badan gemuk atau tidak, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan secara umum hingga pemeriksaan infeksi kelamin.

dr Boyke mengatakan, umumnya untuk pasien wanita dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui salurannya kemudian pemeriksaan USG untuk melihat adanya miom atau tidak.

Selanjutnya melakukan test untuk mengatahui apakah ada lendir serviks yang tidak ramah terhadap sperma.

Terakhir pemeriksaan pada infeksi, menurut dr Boyke pasien yang sulit hamil umumnya ditemukan disebakan karena masalah-masalah infeksi.

"Jadi dari mulai sperma keluar sampai nyampai membuahi dan terjadi implantasi daripada hasil pembuahan itu harus dicek semuanya, karena tugas dokter kandungan itu sebagai investigator sebagai detektif untuk mengetahui dimana kelainannya," lanjut dr Boyke

Setelah dokter kandungan melakukan pemeriksaan dan mengatasi akar masalahnya, lalu mereka menganjurkan pasutri agar menjaga pola makan, mengurangi berat badan, rutin olahraga dan menjaga pola tidur.

Beberapa cara tersebut dinilai menjadi kunci sukses program hamil untuk mendapatkan keturunan.

"Setelah infeksinya kita atasi, berat badannya diturunin, kita anjurkan jaga pola makan, olahraga kemudian tidurnya diatur, mudah-mudahan dalam beberap waktu bisa terjadi kehamilan," timpalnya.

Kebiasaan Buruk yang Bikin Susah Hamil

Program hamil akan berhasil berjalan jika pasutri mengimbanginya dengan pola hidup sehat serta menghindari kebiasaan buruk.

Menurut dr Boyke, ada beberapa kebiasaan buruk yang bikin suami susah menghamili istrinya.

Misalnya, merokok, minum-minuman keras, begadang, hingga, badan gemuk dan sering menggunakan celana jeans ketat karena bisa mengakibatkan kualitas spermanya kurang bagus.

"Jadi kalau mau istrimu hamil, jaga berat badan ideal, hindarkan kebiasan buruk, bukan apa-apa karena itu semua bisa mengakibatkan kamu sulit mengahamili istrimu," kata dr Boyke

Hal ini juga berlaku pada perempuan. Usahakan menjaga berat badan ideal, menjalani pola hidup sehat, rutin olahraga hingga cek ke dokter kandungan untuk cek hormon dan infeksi.

"Yang perempuan jangan obesitas, jadi makanya kalau ke klinik pasutri disuruh diet dulu yang gemuk, olahraga, cek jangan-jangan kamu ada infeksi, cek hormon apakah ada kelainan hormon, cek juga infeksi rubela, herpes 1 dan 2.

Itu biasanya kita lakukan dalam pemeriksaan-pemeriksaan sehingga kita punya dasar bagaimana caranya untuk membuat pasutri ini menjadi hamil," pungkas dr Boyke.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved