Senin, 27 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Dua Rudal Balistik Rusia Hantam Kota Sumy Ukraina, 34 Orang Tewas dan 117 Lainnya Terluka

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai 117 lainnya, termasuk sejumlah anak-anak dan seorang bayi yang baru lahir.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap layar Youtube euronews
RUDAL RUSIA - Bangunan di Kyiv terbakar hebat usai serangan rudal Rusia. Rusia serang Ukraina dengan rudal secara mendadak pada tengah malam, Selasa (12/2/2025). Rusia luncurkan serangan rudal ke Ukraina, Minggu (23/2/2025). Serangan ini diklaim jadi serangan terbesar sejak 24 Februari 2022. 

SERAMBINEWS.COM, SUMY - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan respons internasional yang lebih keras terhadap Rusia, usai dua rudal balistik Rusia menghantam Kota Sumy, Ukraina pada Minggu (13/4/2025).

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai 117 lainnya, termasuk sejumlah anak-anak dan seorang bayi yang baru lahir.

“Dua rudal Rusia menghantam Sumy. Rudal pertama menghancurkan gedung universitas, rudal kedua meledak di atas jalanan.

Sebanyak 34 orang tewas, dan 117 lainnya terluka, termasuk bayi perempuan yang lahir tahun ini,” kata Zelensky dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters.

Serangan terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Minggu Palma, momen sakral bagi umat Kristiani, ketika banyak warga tengah bersiap menuju gereja.

“Hanya bajingan keji yang bisa melakukan hal seperti ini,” ujar Zelensky.

 Ia menyebutkan, sejumlah pemimpin dunia, diplomat, serta masyarakat internasional telah menyampaikan duka cita dan mengutuk keras tindakan tersebut.

Namun, Zelensky menegaskan bahwa ucapan belasungkawa saja tidak cukup untuk menghentikan agresi.

“Perang hanya akan berakhir jika kejahatan perang tidak dilupakan dan jika ada tekanan terhadap agresor. Saat ini, hal itu belum terjadi,” tegasnya.

Zelensky juga menyoroti penolakan Rusia terhadap usulan gencatan senjata total dan tanpa syarat yang diajukan Amerika Serikat sebulan lalu.

Baca juga: Putin Terima Kasih ke Hamas atas Pembebasan Sandera Warga Negara Rusia

Menurut dia, sikap Moskwa menunjukkan bahwa Kremlin tidak berniat menghentikan perang.

“Mereka (Rusia) tidak takut. Itulah sebabnya ada rudal, dan hampir seratus drone tempur tiap malam, sebagian besar dari jenis Shahed,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia kembali meminta negara-negara sahabat untuk tidak tinggal diam. Zelensky mendesak agar tekanan terhadap Rusia segera ditingkatkan, baik melalui sanksi ekonomi, dukungan militer, maupun tekanan diplomatik.

“Perang ini adalah kejahatan, dan dunia harus bertindak tegas agar pelaku kejahatan tidak merasa bebas bertindak tanpa hukuman,” kata dia.

Trump sebut serangan sebagai kesalahan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved