Selasa, 12 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Harta Wakaf Harus Dikelola Profesional, Nazir Didorong Kreatif dan Berjiwa Entrepreneurship

Ia menjelaskan untuk mewujudkan tata kelola wakaf tersebut, maka dibutuhkan nazir yang tidak hanya amanah dan berilmu, tetapi juga kreatif, adaptif...

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
For serambinews.com
SEMATKAN TANDA PESERTA - Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, Azwardi Abdullah, Ap.M.Si menyematkan tanda peserta pada kegiatan Bimtek Nazir Wakaf Baitul Mal Aceh Tahun 2025, di Hotel Grand Nanggroe, Selasa (22/4/2025). 

Ia menjelaskan untuk mewujudkan tata kelola wakaf tersebut, maka dibutuhkan nazir yang tidak hanya amanah dan berilmu, tetapi juga kreatif, adaptif dan memiliki jiwa entrepreneurship. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakaf merupakan aset umat yang bernilai abadi dan manfaatnya akan terus mengalir lintas generasi.

Selain itu juga sebagai instrumen investasi ukhrawi yang sekaligus memiliki daya transformasi sosial dan ekonomi luar biasa.

Oleh karena itu, harta wakaf harus dikelola secara profesional, terukur dan sesuai dengan prinsip syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Sekda Aceh yang diwakili Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh, Azwardi Abdullah Ap MSi dalam sambutannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nazir Wakaf Baitul Mal Aceh Tahun 2025, di Hotel Grand Nanggroe, Selasa (22/4/2025).

“Sebagaimana kita ketahui, pada 16 Maret 2025 lalu, Pemerintah Aceh telah mencanangkan Gerakan Aceh Berwakaf, bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman. Ini adalah langkah strategis dalam menguatkan sistem keuangan sosial Islam di Aceh, serta menjadikan wakaf sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah,” kata Azwardi.

Ia menjelaskan untuk mewujudkan tata kelola wakaf tersebut, maka dibutuhkan nazir yang tidak hanya amanah dan berilmu, tetapi juga kreatif, adaptif dan memiliki jiwa entrepreneurship. 

Nazir juga dituntut untuk mampu mengelola aset wakaf agar tidak stagnan, tetapi berkembang dan memberikan manfaat nyata dalam mengatasi berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan.

“Dan untuk itulah Bimtek ini menjadi titik awal penting dalam mencetak kader-kader nazir yang kompeten, visioner dan berdedikasi tinggi,” katanya. 

Baca juga: ASN Kemenag Aceh Diminta Sukseskan Asta Protas, Lanjutan Pemberdayaan Tanah Wakaf Jadi Fokus

Ia menambahkan agar Baitul Mal Aceh untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai stakeholder, agar potensi wakaf benar-benar bisa dioptimalkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial umat.

Panitia Pelaksana, Didi Setiadi mengatakan, bimtek berlangsung mulai 21-23 April 2025 yang diikuti 32 peserta dari 16 kabupaten/kota. 

Para peserta merupakan nazir yang wakafnya potensial diproduktifkan dan telah dilakukan pendataan oleh Baitul Mal Aceh pada tahun 2024 yang lalu.(*)

Baca juga: ASM Salurkan Paket Lebaran dan Wakaf Al-Qur’an, di Banda Aceh dan Lhokseumawe

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved