Berita Nasional

Kompol Syafnil Dicopot karena Biarkan Wanita Dikeroyok di Depan Polsek, Kapolda Riau: Malu Saya

Seorang wanita menjadi korban pengeroyokan di depan Polsek Bukir Raya, namun tidak ada tindakan cepat dari pihak kepolisian, termasuk Kompol Syafnil.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kapolsek Bukitraya, Kompol Syafnil dicopot dari jabatannya setelah insiden memalukan terjadi di depan Kantor Polsek Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau pada Sabtu (19/4/2025). 

Kombes Jeki juga merinci bahwa anggota sudah mencegah terjadinya penganiayaan.

Sejumlah masyarakat memang mempertanyakan mengapa penganiayaan bisa terjadi di Mapolsek Bukit Raya.

Sebab, dalam video rekaman penganiayaan beredar di berbagai media sosial, tidak terdengar adanya tembakan untuk melerai.

Saat konferensi pers yang digelar Polda Riau di Mapolda, Senin (21/4/2024) sore, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika beri penjelasan.

"Untuk piket malam itu ada 10 orang. Empat pakai seragam, ada enam non seragam dari Reskrim, Intel," kata Kombes Pol Jeki.

"Kalau kita lihat CCTV kita, ada empat anggota kita yang Polsek yang turut membantu dan mencegah dan mengimbau agar mereka tidak tidak melakukan tindakan anarkis," tambahnya.

Di dalam CCTV tersebut, katanya, ada anggota Polsek yang anggota Intel dan Reskrim yang membantu mencegah sehingga penganiayaan berlangsung tidak lama.

"Kalau tidak ada anggota Polri, bisa lama. Kejadiannya bisa kita lakukan pencegahan," katanya.

Untuk anggota polisi yang menggunakan seragam, katanya, sudah melakukan pencegahan.

"Mungkin itu tidak tidak masuk dalam video viral itu. Tapi dalam CCTV kita, ada itu, ada anggota kita datang ke depan melakukan pencegahan. Mereka sudah minta segera keluar dari Polsek," katanya.

"Langsung juga dihubungi piket Polresta dan Polda. Sehingga dalam waktu tidak sampai 12 jam, kita sudah lakukan penangkapan terhadap terduga pelaku," tambahnya.

Ia pun mengomentari soal anggotanya yang tidak melakukan penembakan peringatan ke udara.

"Untuk anggota kita melakukan tindakan penembakan, ada SOP-nya. Mengingat malam, agar tidak ada korban jiwa dari masyarakat, kami, menurut diskresi dari anggota kita, cukup melakukan imbauan saja," katanya.

"Tapi ini bisa menjadi masukan kita. Kita akan evaluasi. Tentunya diskresi itu akan kita lakukan sesuai kebutuhan masyarakat,”

“Kalau kita melakukan peringatan ke atas, pasti akan kita lakukan tembakan ke atas," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved