Opini

Guru dan Pembelajaran Mendalam

Keresahan civitas pendidikan sedikit terobati. Dinas pendidikan Aceh meresponnya dengan menggelar kuliah umum yang menghadirkan pakar kompeten. Drs. S

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Nelliani, M.Pd, guru SMAN 1 Baitussalam, Aceh Besar. 

Meaningful diartikan pembelajaran yang diikuti memberikan makna bagi peserta didik. Siswa dapat menemukan hubungan materi yang dipelajari dengan materi sebelumnya, mampu mengaitkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Misal, dalam matematika ada materi aritmetika sosial yang dapat digunakan untuk menghitung laba/rugi, bunga dan diskon dalam transaksi jual beli. 

Prinsip terakhir, joyful (menyenangkan). Pembelajaran mendalam menghadirkan pengalaman belajar menyenangkan. Senang di sini bukan hanya tertawa tanpa makna, namun siswa senang dan antusias karena mendapat pengetahuan baru dengan suasana menarik dan dia termotivasi untuk belajar selanjutnya.

Prof Rahmah mengatakan pembelajaran mendalam menuntut kreativitas guru. Guru perlu kreatif merancang pembelajaran, baik menggunakan media digital, metode kreatif atau berkolaborasi dengan rekan sejawat. Hal tak kalah penting adalah memperkaya ide-ide melalui bacaan, kolaborasi sesama guru dan tidak berhenti belajar. 

Lebih lanjut, Prof Rahmah mengatakan banyak sekali inspirasi dari lingkungan yang bisa dimanfaatkan sebagai media belajar. Terlebih siswa zaman sekarang umumnya generasi alpha cenderung menyukai hal-hal yang bersifat kontekstual. Hanya saja guru perlu bekerja keras. Kolaborasi sesama guru dan lintas pelajaran menjadi alternatif mewujudkan pembelajaran lebih mendalam. 

Di balik kelebihannya, deep learning tentu tidak terlepas dari kekurangan. Seperti membutuhkan durasi waktu yang lebih lama untuk proses belajar, beberapa materi mungkin lebih cocok dengan pendekatan tradisional, kemampuan siswa yang berbeda hingga minimnya kreativitas mendesain pembelajaran. Namun, tantangan tersebut bisa diminimalisir seandainya guru terus mengupgrade diri dan pengetahuan secara berkelanjutan dan sukarela. Sebagaimana pesan Prof Rahmah, guru itu adalah “lifelong learner”. 

            

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved